<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HPSP - Mitra Hortikultura</title>
	<atom:link href="http://hortipart.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hortipart.wordpress.com</link>
	<description>Kemitraan antara seluruh pelaku dalam rantai nilai usaha hortikultura</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 02:38:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hortipart.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>HPSP - Mitra Hortikultura</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hortipart.wordpress.com/osd.xml" title="HPSP - Mitra Hortikultura" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hortipart.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kemitraan Usaha Hortikultura ala HPSP</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/09/26/kemitraan-usaha-hortikultura-ala-hpsp/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/09/26/kemitraan-usaha-hortikultura-ala-hpsp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 08:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha buah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Hortikultura, di antaranya produksi sayur, buah dan tanaman hias, adalah sebuah area usaha di mana Negara Belanda memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai Negara berteknologi tinggi. Belanda adalah eksportir ketiga terbesar di dunia untuk produk berbasis pertanian. Lebih penting lagi, hortikultura bisa menjadi salah satu kunci untuk pengembangan pedesaan dan peningkatan pendapatan petani. Keragaman buah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=468&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hortikultura, di antaranya produksi sayur, buah dan tanaman hias, adalah sebuah area usaha di mana Negara Belanda memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai Negara berteknologi tinggi. Belanda adalah eksportir ketiga terbesar di dunia untuk produk berbasis pertanian. Lebih penting lagi, hortikultura bisa menjadi salah satu kunci untuk pengembangan pedesaan dan peningkatan pendapatan petani.</p>
<p>Keragaman buah dan sayur yang tumbuh di Indonesia memiliki keunikan tersendiri di dunia, akan tetapi baru sebagian kecil persentase dari potensi bernilai ekonominya yang dimanfaatkan. Manakala kualitas dan volume produk tersebut dapat diperbaiki dan konsisten, petani akan lebih mampu memasok pasar dinamis yang berkembang pesat saat ini, antara lain pasar modern, industri dan pasar ekspor</p>
<p>lebih lanjut klik: <a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/09/hpsp-10-pub-hortiplus-aug3.pdf">hpsp-10-pub-hortiplus-Aug</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=468&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/09/26/kemitraan-usaha-hortikultura-ala-hpsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjual Cerita di Balik Produk</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/07/12/menjual-cerita-di-balik-produk/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/07/12/menjual-cerita-di-balik-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 11:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ide kratif]]></category>
		<category><![CDATA[produk unggulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Hal terpenting dalam penjualan adalah, “Memberi alasan kepada konsumen, mengapa membeli produk Anda”. Di antara sekian banyak alasan konsumen membeli sebuah produk, kebutuhan, kualitas, dan harga adalah 3 alasan generik yang paling logis dan mendasar. Karenanya, semua produk yang dijual selalu memikirkan baik-baik kebutuhan, kualitas, dan harga agar dapat bersaing dengan produk lain. Supermarket-supermarket besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=444&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal terpenting dalam penjualan adalah, “Memberi alasan kepada konsumen, mengapa membeli produk Anda”. Di antara sekian banyak alasan konsumen membeli sebuah produk, kebutuhan, kualitas, dan harga adalah 3 alasan generik yang paling logis dan mendasar. Karenanya, semua produk yang dijual selalu memikirkan baik-baik kebutuhan, kualitas, dan harga agar dapat bersaing dengan produk lain.</p>
<p>Supermarket-supermarket besar saling bersaing menjual kebutuhan konsumen dengan kualitas terbaik dan harga terendah. Salah satu kuncinya adalah saat mereka memilih produk yang akan dijual dan suppliernya. Pilihan tentu saja dijatuhkan pada supplier yang mampu memberikan kualitas terbaik dengan harga termurah. Terasa kurang adil bukan?</p>
<p>Apakah Anda merasakan persaingan seperti ini saat mencoba menjual produk Anda? Apakah Anda merasa produk Anda dihargai terlalu murah? Cobalah menjual sesuatu yang lain.. Sesuatu yang tidak dimiliki produk lain.. Sesuatu yang khas pada produk Anda.. Cobalah menjual CERITA di balik produk Anda!</p>
<p><strong>Kopi Doi Tung </strong>(www.doitung.org)<strong></strong></p>
<p>Bagaimana rasanya menyeruput secangkir kopi di sebuah <em>cafe</em> di bandara sambil menunggu penerbangan Anda? Biasa saja&#8230; Itu yang saya lakukan waktu saya di bandara Suvarnabhumi Thailand. Bagaimana rasa kopinya? Biasa saja&#8230; malahan, kopi yang saya minum&#8230; Mahal! Maklum lah saya bukan <em>business man</em>, jadi kalau ke luar negeri pun, uang di kantong pas-pasan. Saya sruput kopi sambil nonton layar LCD di <em>cafe</em> yang bernama <em>Doi Tung</em>.</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/dt0061.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-448" title="DT006" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/dt0061.jpg?w=460&#038;h=251" alt="" width="460" height="251" /></a></p>
<p>Ternyata, layar LCD yang saya sedang tonton menampilkan sejarah dari kopi yang sedang saya minum. Ternyata&#8230; Percaya atau tidak, kopi yang sedang saya sruput berasal dari kebun ganja! Tunggu dulu.. Maksud saya.. Berasal dari kebun kopi yang dulunya adalah kebun ganja. Kok bisa? Begini ceritanya&#8230;</p>
<p>Di Provinsi Chiang Rai Thailand terdapat sebuah daerah perbukitan yang indah dan kini menjadi obyek wisata bagi para turis. 20 tahun yang lalu tempat itu sangat gersang dan kering. Bukit-bukit dan hutan gundul, kondisi jalanan yang sangat tidak memadai, rakyatnya sangat miskin dan sebagian besar dari mereka hidup dari perdagangan opium. Lama-kelamaan, penanaman opium merusak ekosistem daerah tersebut dan tidak pernah membawa mereka keluar dari kemiskinan. Saking miskinnya, para anak gadis bahkan terpaksa dijual ke daerah lain atau menjajakan diri mereka. Daerah itu merupakan bagian dari Segitiga Emas (<em>Golden Triangle</em>) yang tersohor akan ladang opiumnya.</p>
<p>Melihat keprihatinan di daerah tersebut, ibunda raja Thailand saat ini, <em>Her Royal Highness</em> Sondej Phra Sirnagarindra Boromarajajonani (<em>Prince Mother</em>) mengunjungi daerah itu di tahun 1987. Ia tergerak melihat kemiskinan rakyat di Provinsi Chiang Rai dan mencoba berbuat sesuatu untuk bangsanya sendiri. Dari rancangannya, lahirlah sebuah proyek <em>Sustainable Alternative Livelihood Development</em> yang kemudian diberi nama <em>Doi Tung Development Project</em> pada 1988. Princess Mother berkomitmen menghabiskan sisa hidupnya untuk memperbaiki lingkungan dan melepaskan masyarakat Chiang Rai dari jerat kemiskinan dan ketergantungan pada kebun opium.</p>
<p>Di antara berbagai pendekatan yang digunakan, salah satunya adalah mencoba mengubah kebun opium menjadi kebun kopi. Para petani opium dilatih untuk menanam kopi dan kacang macademia. Tentu saja, disiapkan dana juga untuk membeli seluruh hasil panen yang ada. Sedikit demi sedikit, dengan kerja keras, kegigihan, dan stategi pemasaran yang jitu, kopi dari daerah ini semakin hari semakin baik kualitasnya, dan semakin laku di pasaran. Kopi ini sekarang dikenal dengan kopi <em>Doi Tung</em>, kopi yang laris  manis karena memiliki cerita menarik di belakangnya. Dengan cara ini, masyarakat Chiang Rai perlahan-lahan bisa keluar dari kemiskinan dan pada akhirnya berhasil membasmi peredaran dan kultivasi opium dari daerah mereka.</p>
<p>Hmm.. Entah mengapa, kopi yang saya sruput ini jadi terasa lebih enak sekarang&#8230; gak sia-sia saya keluar uang cukup banyak untuk kopi ini&#8230;</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/oneforone-banner.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-450" title="oneforone-banner" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/oneforone-banner.jpg?w=460&#038;h=148" alt="" width="460" height="148" /></a></p>
<p><strong>Toms Shoes &amp; Glasses </strong>(www.toms.com)<strong></strong></p>
<p><em>Toms </em>adalah sebuah perusahaan yang menjual sepatu dan sekarang juga mencoba menjual kacamata. Produk-produk mereka ditujukan untuk anak muda dengan model yang cukup unik. Lalu apa istimewanya? Istimewanya adalah karena ada “cerita di balik produk” sepatu atau kacamata yang dijual.</p>
<p>Begini ceritanya&#8230; Setiap Anda membeli sepasang sepatu <em>Toms</em>, sepasang sepatu lain akan disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan di negara lain. Hal yang sama berlaku dengan kacamata.</p>
<p>Mekanisme ini tentu saja memberikan dampak sangat besar bagi penjualan sepatu dan kacamata <em>Toms</em>. Cerita yang tersebar luas di balik produk <em>Toms</em> membuat siapapun yang mengenakan sepatu atau kacamata <em>Toms</em> merasa dirinya adalah “orang baik” yang telah meringankan kebutuhan orang-orang lain yang sedang berkesusahan. Persepsi yang tercipta adalah: “Pada saat Anda mengenakan sepatu <em>Toms</em>, ada sepasang sepatu lainnya yang sedang dipasangkan pada seorang anak di negara miskin”.</p>
<p>Video ketika <em>Toms</em> membagikan sepatu kepada masyarakat miskin di negara-negara Afrika menjadi senjata promosi yang sangat efektif. Produk <em>Toms</em> yang dijual dengan harga cukup mahal, laris manis dan menjadi <em>trend</em> bagi anak muda di Amerika dan Eropa.</p>
<p>Saya pribadi tidak terlalu menyukai model sepatu <em>Toms</em> dan harganya relatif mahal bagi kantong saya. Namun jika suatu saat produk ini dijual di Indonesia, kemungkinan besar saya menjadi pembelinya. Saya membeli ceritanya, lebih daripada produknya.</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-454" title="6" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/6.jpg?w=460&#038;h=163" alt="" width="460" height="163" /></a></p>
<p><strong>Good African Coffee </strong>(www.goodafrican.com)</p>
<p>Perusahaan ini dimulai tahun 2003, dari sebuah ide seorang kebangsaan Uganda bernama Andrew Rugasira. Ia prihatin melihat bagaimana bangsanya yang tidak maju-maju meskipun menerima banyak sekali bantuan dari negara-negara lain. Bayangkan, selama 50 tahun terakhir, Afrika telah menerima lebih dari US$ 500 milyar (Rp. 4.500 trilliun) tanpa ada perubahan yang berarti dalam tingkat kemiskinan, kesehatan, dan korupsi. Menurut Andrew, ada tiga hal mendasar mengapa bantuan tidak memecahkan masalah Afrika:</p>
<ol>
<li>Bantuan sesungguhnya belum tentu bantuan. Sebagian besar program bantuan tidak terstruktur dengan baik dan memiliki banyak sekali syarat dan ketentuan. Hal ini membatasi kebebasan negara penerima dan melemahkan kemampuan mereka dalam mengurus perekonomian.</li>
<li>Bantuan melemahkan akuntabilitas. Menyalurkan bantuan melalui pemerintah negara miskin melemahkan akuntabilitas karena pemerintah menjadi lebih bertanggung jawab kepada donor daripada kepada rakyatnya sendiri.</li>
<li>Bantuan menyebabkan ketergantungan kronis kepada donor. Karena negara-negara miskin bergantung pada pemberian donor, mereka tidak mengusahakan pengembangan sumber daya domestik. Hal ini menyebabkan ketergantungan kronis pada bantuan, membatasi kreatifitas, dan menjatuhkan harga diri bangsa.</li>
</ol>
<p>Andrew tidak percaya pada bantuan luar negeri, ia percaya bahwa perdagangan adalah jalan keluar menuju Afrika yang lebih baik. Karena itu sudah saatnya Bangsa Afrika memproses dan memasarkan produk mereka sendiri ke seluruh dunia.</p>
<p>Selama berabad-abad, Afrika memproduksi sesuatu yang tidak mereka konsumsi dan mengonsumsi sesuatu yang tidak mereka produksi. Afrika hanya menyuplai bahan mentah ke negara lain untuk kemudian diproses dan diberi nilai tambah. <em>Good African</em> membuat keputusan melakukan perubahan dengan mengorganisir para petani menjadi kelompok produsen. Mereka juga melatih para petani ini secara intensif tentang budidaya tanaman kopi yang baik dan membangun fasilitas pemanggangan dan pengepakan kopi di Kampala pada bulan Juli 2009.</p>
<p>Sejak itu, sejalan dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas panen kopi, perusahaan ini mendapatkan keuntungan lebih besar dan bisa mendukung para petani dan masyarakat di sekitar perusahaan.  <em>Good African</em> menginvestasikan 50% keuntungan perusahaan pada para petani dan masyarakatnya. Dengan dana ini, mereka mendukung terbentuknya koperasi simpan pinjam, menyediakan pelatihan-pelatihan agronomi berkualitas, dan layanan lainnya kepada para petani. Hingga kini, telah terbentuk 16 koperasi simpan pinjam dengan lebih dari 14.000 anggota petani.</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-452" title="5" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg?w=460&#038;h=163" alt="" width="460" height="163" /></a></p>
<p><em>Good African</em> menjadi perusahaan Afrika pertama yang mampu memproduksi, memproses, dan menjual langsung produk-produknya ke berbagai supermarket di negara-negara maju. Bagi para pembeli di negara maju, membeli produk mereka berarti juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Afrika. Ini tentu saja karena <em>Good African</em> juga menampilkan cerita di balik produk mereka di setiap kesempatan yang ada.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan produk Anda?</strong></p>
<p>Masih banyak contoh-contoh lain bahwa ternyata motivasi konsumen membeli sebuah produk bukan semata-mata pada kebutuhan, kualitas, dan harga. Saat Anda berhasil menyentuh sisi emosional konsumen melalui cerita di balik produk Anda, kebutuhan, kualitas, dan harga bukan lagi jadi pertimbangan utama.</p>
<p>Nah sekarang, apa cerita di balik produk Anda? Ceritakan ke seluruh dunia dan bersiaplah kebanjiran pesanan!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=444&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/07/12/menjual-cerita-di-balik-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/dt0061.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DT006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/oneforone-banner.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oneforone-banner</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rantai Pasok Vs. Rantai Nilai</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/04/05/rantai-pasok-vs-rantai-nilai/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/04/05/rantai-pasok-vs-rantai-nilai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 08:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[usaha buah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sering mendengar kedua kata di atas? Pasti sering. Saya juga sering mendengarnya, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggrisnya supply chain dan value chain. Meski demikian, saya selalu bingung apa persamaan dan perbedaan dari keduanya? Mengapa orang sering berganti-ganti menggunakan kedua kata tersebut. Kebingungan saya mulai terjawab ketika mengikuti lokakarya HPSP yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=424&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/telur_barcode.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-425" style="margin-right:7px;" title="Food Traceability Concept - Barcode on egg" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/telur_barcode.jpg?w=197&#038;h=131" alt="" width="197" height="131" /></a>Apakah Anda sering mendengar kedua kata di atas? Pasti sering. Saya juga sering mendengarnya, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggrisnya <em>supply chain</em> dan <em>value chain</em>. Meski demikian, saya selalu bingung apa persamaan dan perbedaan dari keduanya? Mengapa orang sering berganti-ganti menggunakan kedua kata tersebut.</p>
<p>Kebingungan saya mulai terjawab ketika mengikuti lokakarya HPSP yang membahas mengenai rantai nilai di bidang hortikultura, dan tentu saja, dibantu juga oleh “Oom Google”.</p>
<p>Mari kita bahas satu persatu!</p>
<p>Menurut literatur, rantai pasok adalah sistem organisasi orang, teknologi, aktifitas, informasi, dan sumber daya yang terlibat di dalam proses penyampaian produk/jasa dari pemasok ke konsumen. Aktifitas-aktifitas dalam rantai pasok mengubah sumber daya alam, bahan baku, dan komponen-komponen dasar menjadi produk-produk jadi yang akan disalurkan ke konsumen akhir.</p>
<p>Rantai nilai adalah konsep yang berasal dari ilmu manajemen bisnis, dikembangkan dan dipopulerkan pertama kali oleh Michael Porter dalam bukunya “<em>Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance</em>”. Porter mendefinisikan “nilai” sebagai besarnya uang yang bersedia dibayar konsumen untuk apa yang diberikan perusahaan. Dengan begitu, secara sederhana rantai nilai adalah kombinasi serangkaian aktifitas perusahaan yang bertujuan untuk memberikan “nilai” bagi konsumen.</p>
<p>Lalu, apa bedanya?</p>
<p>Untuk memudahkan mengerti perbedaan kedua rantai ini, kita harus memahami lebih dalam apa itu “nilai”.</p>
<p>Bayangkan jika ada seseorang yang berjalan di padang pasir dan hampir mati kehausan. Hanya ada satu di pikirannya yaitu air. Di saat seperti ini, orang itu tidak akan terlalu peduli dengan kemasan air, kualitas, bentuk botol air, atau mereknya. Air telah memiliki “nilai” unik di mata orang itu. Ketika orang ini melihat air atau ada orang yang menawarkan air, uang tidak lagi penting bagi orang itu asalkan bisa memperoleh air.</p>
<p>Apa inti cerita di atas? Pertama, “nilai” adalah pengalaman subjektif yang tergantung pada konteks. Bagi pelayan restoran, segelas air di atas meja tidak bernilai, bahkan mungkin bernilai negatif karena berarti menambah pekerjaan membersihkan. Tapi bagi orang yang hampir mati kehausan, segelas air yang sama sangat besar nilainya.</p>
<p>Kedua, nilai tercipta saat kebutuhan dipenuhi melalui penyediaan produk, sumber daya, atau layanan, biasanya disertai transaksi atau pertukaran.</p>
<p>Terakhir, nilai adalah sebuah pengalaman, dan nilai berasal dari seseorang yang menerima produk (konsumen). Ini adalah kunci perbedaan antara rantai pasok dan rantai nilai. Perspektif keduanya mengenai proses bisnis memiliki alur yang bertolak arah. Rantai pasok mulai dari hulu ke hilir, sedangkan rantai nilai dari hilir ke hulu.</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/rantai_nilai.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-427" title="rantai_nilai" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/rantai_nilai.jpg?w=460&#038;h=232" alt="" width="460" height="232" /></a></p>
<p>Rantai nilai telah mengubah cara pandang proses bisnis dari berbasis sumber daya menjadi berbasis kebutuhan dan keinginan pasar. Dengan demikian, prinsip penting dalam proses bisnis adalah “memahami nilai dari perspektif konsumen”. Dari prinsip ini muncul dua pertanyaan mendasar yang harus dijawab saat menyusun strategi bisnis:</p>
<ol>
<li>Siapa konsumen kita?</li>
<li>Apa yang bernilai bagi mereka?</li>
</ol>
<p>Dua pertanyaan ini memang sederhana, namun implikasinya sangat besar terhadap berlangsungnya proses bisnis dan cara kita memandang rantai. Jika kita hanya fokus pada rantai di depan dan di belakang kita, pendekatan yang diambil hanya bersifat “reaktif” terhadap kebutuhan. Namun jika kita memfokuskan diri ke rantai-rantai yang lebih jauh ke belakang atau ke depan, kita bisa meningkatkan kecepatan reaksi kita dan menjadi “proaktif”.</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/added_value.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-429" title="added_value" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/added_value.jpg?w=460&#038;h=172" alt="" width="460" height="172" /></a></p>
<p>Jadi, untuk membantu pemasok Anda lebih cepat memenuhi kebutuhan Anda, Anda perlu mengenal pemasoknya pemasok Anda dan memperkenalkan konsumen Anda ke pemasok Anda. Sebagai produsen, untuk membantu Anda mengambil keputusan, Anda harus tahu apa yang diperbuat pelanggannya pelanggan Anda terhadap produk Anda. Inilah inti dari rantai nilai, masing-masing rantai harus tahu apa yang diperbuat pada produk mereka di sepanjang rantai di depannya agar bisa menciptakan atau menambah nilai produk tersebut. Saat produk sudah mampu diberi nilai tambah, keuntungan usaha pasti mengikuti dengan sendirinya.</p>
<p>Bagaimana sekarang? Mudah-mudahan sudah lebih jelas apa beda keduanya. Pertanyaannya, bagaimana proses bisnis Anda sekarang? Masih berkiblat pada rantai pasok atau sudah beralih ke rantai nilai? Jika rantai nilai yang Anda terapkan, ceritakan kepada kami berapa keuntungan Anda sekarang&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=424&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/04/05/rantai-pasok-vs-rantai-nilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/telur_barcode.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Food Traceability Concept - Barcode on egg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/rantai_nilai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rantai_nilai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/added_value.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">added_value</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Retail Modern? Siapa Takut..</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/03/31/retail-modern-siapa-takut/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/03/31/retail-modern-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 09:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hanya di antara teman sekolah atau kampus, belajar bersama ternyata juga efektif dilakukan antar organisasi. INA (Indonesian &#8211; Netherlands Association) dan API (Aliansi Petani Indonesia) kembali mengadakan belajar bersama yang bertempat di Sekretariat API di kawasan Slamet Riyadi, Jakarta. Pembelajaran ini adalah bagian dari implementasi HPSP (Horticulture Partnership Support Program) fase ketiga. Menyadari tantangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=399&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/untitled-11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-414" title="Untitled-1" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/untitled-11.jpg?w=460&#038;h=342" alt="" width="460" height="342" /></a></p>
<p>Bukan hanya di antara teman sekolah atau kampus, belajar bersama ternyata juga efektif dilakukan antar organisasi.</p>
<p>INA (<em>Indonesian &#8211; Netherlands Association</em>) dan API (Aliansi Petani Indonesia) kembali mengadakan belajar bersama yang bertempat di Sekretariat API di kawasan Slamet Riyadi, Jakarta. Pembelajaran ini adalah bagian dari implementasi HPSP (<em>Horticulture Partnership Support Program</em>) fase ketiga.</p>
<p>Menyadari tantangan besar yang dihadapi petani dalam menembus pasar modern, maka topik yang dipilih kali ini adalah:</p>
<ol>
<li>Bagaimana membangun kemitraan dengan pasar modern</li>
<li>Bagaimana menembus dan memiliki akses ke pasar modern</li>
</ol>
<p>Dunia pasar retail modern seperti hypermarket, supermarket, wholesale, dan minimarket, adalah dunia yang sangat berbeda dari pasar tradisional atau transaksi dengan pengepul/bandar. Ada banyak sekali persyaratan dan spesifikasi yang harus dipenuhi. Persyaratan dan spesifikasi dari pasar retail modern biasanya kurang tersosialisasi di kalangan petani. Hal ini menyulitkan petani untuk bisa mengarahkan perhatian dan usahanya menembus pasar retail modern.</p>
<p>Disinilah dibutuhkan peran organisasi tani atau organisasi pendukung pertanian untuk mengomunikasikan dan membuka wawasan para petani akan pentingnya pemenuhan standar dan spesifikasi, serta seluruh persyaratan yang diminta pasar retail modern.</p>
<p>Dalam kerjasamanya mengelola program HPSP, INA dan API menyadari pentingnya peran mereka sebagai mediator antara petani dengan pasar retail modern. Karena itu, INA dan API menyelenggarakan lokakarya 2 hari untuk bersama-sama mempelajari seluk-beluk dunia pasar retail modern, bagaimana keinginan, persyaratan, spesifikasi dan standar yang diterapkan di pasar retail modern. Selain itu, lokakarya juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para petani dalam meningkatkan daya saing dan nilai produknya melalui pengembangan produk dan pemasaran yang sesuai keinginan pasar.</p>
<div id="attachment_409" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_satu.jpg"><img class="size-full wp-image-409 " title="foto_satu" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_satu.jpg?w=414&#038;h=158" alt="" width="414" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Para peserta dalam suasana lokakarya yang serius-santai </p></div>
<p><strong>Hari Pertama</strong></p>
<p>Pakar retail dan UMKM Ibu Endang TR diundang untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam bidang ini. Beliau dengan sangat terbuka menjelaskan dunia pasar modern dan menjawab seluruh pertanyaan dengan semangat. Keinginan beliau adalah agar sebanyak mungkin petani kecil yang mengetahui persyaratan pasar retail moden dan mampu memenuhinya.</p>
<p>Sebagai contoh nyata dari kemitraan petani yang telah menembus pasar retail modern, Ibu Pathmi dari Lyco Farm diundang untuk membagikan pengalaman dan kiat-kiat suksesnya. Dengan dukungan HPSP fase 2, Lyco farm telah mampu menembus pasar retail modern dengan memasok Yogya Supermarket, Griya Mart, dan Hypermart di seluruh Indonesia.</p>
<p>Ibu Pathmi menceritakan suka-duka perjuangan beliau dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Cerita beliau sekaligus sebagai konfirmasi dari penjelasan Ibu Endang sebelumnya, bahwa jalan menuju pasar retail modern memang terjal dan berliku, namun bukan berarti tidak mampu dilewati. Di masa mendatang, diharapkan muncul banyak Ibu Pathmi &#8211; Ibu Pathmi lainnya yang juga terampil dalam memadukan pengetahuan, strategi, dan kegigihan dalam menjalani usaha.</p>
<p>Pemateri ketiga adalah Ibu Anindita Gayatri dari HCC (<em>Horti Chain Centre)</em>. Beliau diundang untuk membantu peserta mengerti konsep pemasaran yang tepat, terutama bagaimana menyesuaikan hasil produksi dengan keinginan pasar. Kesempatan di sisa hari pertama dimanfaatkan Ibu Dita untuk menjelaskan teori pemasaran dan FGD (Focus Group Discussion), sebelum para peserta melakukan simulasi FGD di lapangan keesokan harinya.</p>
<div id="attachment_410" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_dua.jpg"><img class="size-full wp-image-410 " title="foto_dua" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_dua.jpg?w=414&#038;h=181" alt="" width="414" height="181" /></a><p class="wp-caption-text">Nara sumber: Ibu Endang TR, Ibu Pathmi, dan Ibu Dita </p></div>
<p><strong>Hari Kedua</strong></p>
<p>Lokakarya hari kedua dimulai dengan simulasi FGD dengan para mahasiswa sekolah bisnis Prasetiya Mulya. FGD dilakukan untuk mengetahui preferensi pasar di segmen remaja/pemuda terhadap 2 produk pertanian yaitu selai nanas dan tomat. Banyak sekali masukan yang diperoleh dari para mahasiswa dan banyak diantaranya adalah masukan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh para peserta.</p>
<p>Seluruh masukan yang diperoleh dari mahasiswa dibawa pulang ke sekretariat API untuk kemudian didiskusikan. Melalui simulasi ini, peserta menyadari bahwa mengandalkan asumsi atau persepsi produsen saja sangatlah tidak cukup. Ada banyak sekali penyimpangan yang ditemukan ketika  keinginan konsumen dibandingkan dengan asumsi/persepsi produsen. Karenanya, melakukan riset pasar adalah salah satu keharusan dalam mengembangkan produk yang ingin diterima di pasar.</p>
<div id="attachment_411" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_tiga.jpg"><img class="size-full wp-image-411 " title="foto_tiga" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_tiga.jpg?w=414&#038;h=158" alt="" width="414" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana FGD dengan para mahasiswa sekolah bisnis Prasetiya Mulya</p></div>
<p>Pelajaran lain yang didapat para peserta adalah mengenai <em>branding, pricing, </em>dan<em> promotion. </em>2 hari lokakarya ini diharapkan menambah bekal INA dan API dalam menjalankan perannya sebagai organisasi pendukung petani.</p>
<p>Sampai jumpa di lokakarya selanjutnya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=399&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/03/31/retail-modern-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/untitled-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto_satu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_dua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto_dua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/foto_tiga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto_tiga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lokakarya Besama HPSP dan API</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/21/lokakarya-besama-hpsp-dan-api/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/21/lokakarya-besama-hpsp-dan-api/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 13:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kerjasama API dan HPSP di tahun 2011 diawali dengan mengadakan lokakarya bersama pada tanggal 16 &#8211; 18 Feb 2011, bertempat di Sekretariat API. Hari pertama lokakarya membahas lanskap sektor hortikultura di Indonesia: rantai pasok, tren, tantangan dan peluang pengembangan usahanya dari perspektif pemerintah dan swasta. Setelah mendapatkan gambaran umum dan kondisi aktual di sektor hortikultura Indonesia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=343&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/banner.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-350" title="banner" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/banner.jpg?w=460&#038;h=342" alt="" width="460" height="342" /></a></p>
<p>Kerjasama API dan HPSP di tahun 2011 diawali dengan mengadakan lokakarya bersama pada tanggal 16 &#8211; 18 Feb 2011, bertempat di Sekretariat API.</p>
<p>Hari pertama lokakarya membahas lanskap sektor hortikultura di Indonesia: rantai pasok, tren, tantangan dan peluang pengembangan usahanya dari perspektif pemerintah dan swasta.</p>
<div id="attachment_351" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dscf3048.jpg"><img class="size-medium wp-image-351  " title="DSCF3048" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dscf3048.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sumbang pikiran dari 2 nara sumber: Bp. Tony Kristianto dari Dewan Horti Nasional dan Bp. Nana Laksana dari Dirjen Horti</p></div>
<p>Setelah mendapatkan gambaran umum dan kondisi aktual di sektor hortikultura Indonesia, lokakarya diteruskan dengan materi berikutnya yaitu pelatihan analisa dan intervensi rantai nilai hortikultura. Pak Iskandar dari <em>Horti Chain Center </em>(HCC) memandu para peserta dalam memahami metodologi pelaksanaannya.</p>
<div id="attachment_356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/satu.jpg"><img class="size-full wp-image-356  " title="satu" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/satu.jpg?w=414&#038;h=146" alt="" width="414" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">Para peserta aktif mengikuti lokakarya dengan antusias</p></div>
<p>Hari kedua, lokakarya dilanjutkan dengan mengunjungi perusahaan sayur organik Yayasan MASADA yang berlokasi di Ciburial, Puncak, Jawa Barat. Perusahaan ini telah memasok produknya ke beberapa pasar modern seperti Carrefour dan Lotte. Tujuan kunjungan adalah agar dapat mengidentifikasi rantai nilai melalui praktek nyata langsung di lapangan.</p>
<p>Yayasan MASADA sangat terbuka dalam menolong para peserta memahami seluk-beluk usaha hortikultura. Para peserta diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan para petani, karyawan, dan pengurus yayasan ini. Bahkan mereka memfasilitasi pertemuan peserta lokakarya dengan pembeli mereka yaitu Carrefour. Sepulang dari puncak, kunjungan diteruskan ke Carrefour Lebak Bulus untuk melihat produk-produk MASADA dan bertemu perwakilan Carrefour untuk tanya-jawab.</p>
<div id="attachment_353" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dua.jpg"><img class="size-full wp-image-353  " title="dua" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dua.jpg?w=414&#038;h=150" alt="" width="414" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta berinteraksi dengan petani di lokasi kebun</p></div>
<p>Dengan melihat rantai nilai usaha sayur organik secara utuh, mulai dari sisi produksi sampai retail, para peserta mampu melakukan analisis rantai nilai dengan menentukan dimana terjadinya hambatan (<em>bottle neck</em>). Hambatan inilah yang nantinya menjadi sasaran intervensi saat merancang rencana perbaikan.</p>
<p>Tujuan utama dari perbaikan rantai nilai adalah menciptakan rantai yang efektif. Rantai yang efektif tidak selalu berarti lebih pendek. Rantai yang efektif berarti setiap mata rantai memiliki fungsi optimal dalam memberikan nilai tambah pada produk. Selain itu, transparansi merupakan komponen penting dalam menciptakan rantai yang efektif. Transparansi akan membangun kepercayaan dan menghilangkan prasangka negatif di antara aktor-aktor dalam mata rantai.</p>
<div id="attachment_357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/tiga.jpg"><img class="size-full wp-image-357  " title="tiga" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/tiga.jpg?w=414&#038;h=149" alt="" width="414" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Data yang diambil di lapangan kemudian dianalisa di ruang kelas</p></div>
<p>Hasil dari identifikasi rantai nilai kemudian dianalisa di hari ketiga. Analisa menggunakan pendekatan pohon masalah dan identifikasi rantai nilai menjadikan akar permasalahan semakin fokus sehingga mempermudah rancangan intervensi. Rekomendasi perbaikan rantai nilai kemudian dibangun dari hasil analisa ini.</p>
<p>Lokakarya kali ini merupakan lokakarya pertama dari serangkaian lokakarya yang direncanakan oleh HPSP dan API. Sampai jumpa pada lokakarya berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=343&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/21/lokakarya-besama-hpsp-dan-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/banner.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banner</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dscf3048.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF3048</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">satu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/dua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/02/tiga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penandatanganan MoU Antara API dengan INA</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/20/penandatanganan-mou-antara-api-dengan-ina/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/20/penandatanganan-mou-antara-api-dengan-ina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 07:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 16 Februari 2011, Aliansi Petani Indonesia (API) dan Indonesian-Netherlands Association (INA) menandatangani Nota Kesepakatan (Memory of Understanding / MoU) untuk bekerjasama dalam meningkatkan kapasitas organisasi dan mengelola program HPSP. Penandatanganan dilakukan oleh M. Nuruddin sebagai Sekjen API dan Elmar Bouma sebagai direktur INA. Kerjasama ini sejalan dengan tujuan program HPSP 3 yang bukan hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=361&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 16 Februari 2011, Aliansi Petani Indonesia (API) dan <em>Indonesian-Netherlands Association </em>(INA) menandatangani Nota Kesepakatan (<em>Memory of Understanding / MoU</em>) untuk bekerjasama dalam meningkatkan kapasitas organisasi dan mengelola program HPSP. Penandatanganan dilakukan oleh M. Nuruddin sebagai Sekjen API dan Elmar Bouma sebagai direktur INA.</p>
<a href="http://hortipart.wordpress.com/2011/02/20/penandatanganan-mou-antara-api-dengan-ina/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>Kerjasama ini sejalan dengan tujuan program HPSP 3 yang bukan hanya menyasar peningkatan taraf hidup para petani kecil, tetapi juga memperkuat kelembagaan dan kapasitas organisasi-organisasi tani. API diharapkan bisa menjadi motor penggerak dan payung bagi tujuan ini.</p>
<p>Dalam kerjasama ini juga diharapkan terjadi sinergi di antara kedua organisasi dalam mengelola program HPSP, sehingga dampak yang ditimbulkan dari program ini menjadi lebih luas dan terasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=361&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/02/20/penandatanganan-mou-antara-api-dengan-ina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HPSP Kembali Menggelar Evaluasi Proposal Gelombang 2</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/27/hpsp-kembali-menggelar-evaluasi-proposal-gelombang-2/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/27/hpsp-kembali-menggelar-evaluasi-proposal-gelombang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 10:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha buah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok tani]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Gelombang kedua evaluasi proposal berlangsung pada hari Rabu, 25 Januari 2011 di Park Hotel Cawang. Evaluasi kali ini diikuti oleh 4 peserta yaitu: Hikmahfarm dari Pengalengan Bandung dengan produk benih kentang Lycofarm dari Ciwidey Bandung dengan produk tomat SAS Indomerapi dari Sleman Yogyakarta dengan produk salak Serikat Petani Pasundan dari Garut dengan produk benih kentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=291&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang kedua evaluasi proposal berlangsung pada hari Rabu, 25 Januari 2011 di Park Hotel Cawang. Evaluasi kali ini diikuti oleh 4 peserta yaitu:</p>
<ol>
<li>Hikmahfarm dari Pengalengan Bandung dengan produk benih kentang</li>
<li>Lycofarm dari Ciwidey Bandung dengan produk tomat</li>
<li>SAS Indomerapi dari Sleman Yogyakarta dengan produk salak</li>
<li>Serikat Petani Pasundan dari Garut dengan produk benih kentang dan sayuran</li>
</ol>
<a href="http://hortipart.wordpress.com/2011/01/27/hpsp-kembali-menggelar-evaluasi-proposal-gelombang-2/#gallery-2-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>Seluruh peserta pernah mendapatkan dukungan HPSP sebelumnya dan diharapkan mampu masuk ke level usaha yang lebih tinggi melalui HPSP 3 ini.</p>
<p>Para peserta umumnya datang menggunakan angkutan umum. Agar tidak terlambat mereka mulai berangkat pagi-pagi sekali, meski nyatanya beberapa peserta masih terlambat. Keletihan terlihat di wajah beberapa peserta evaluasi, bahkan mereka sempat tertidur pulas di lobi hotel ketika menunggu giliran masuk.</p>
<p>Rasa kantuk mendadak hilang ketika nama mereka dipanggil dan dihadapkan dengan 7 orang <em>steering committee</em>, para pakar di bidang hortikultura dan kemitraan. Mungkin perasaannya tidak jauh berbeda dengan menjalani sidang skripsi. Bedanya, para steering committee banyak yg suka humor juga sehingga berkuranglah deg-deg-an di hati. Evaluasi terkadang bercampur-baur dengan sesi curhat, tukar pengalaman, meminta masukkan, dan sebagainnya. Karena itu, acara yang seharusnya berakhir jam 3 sore, molor 2 jam hingga jam 5 sore.  </p>
<p>Jam 5 sore acara disambung dengan acara saling berbagi pengetahuan dan pengalaman di antara sesama organisasi, kelompok tani, atau perusahaan yang hadir. Hadir juga perwakilan dari Horti Chain Center (HCC) Bp. Iskandar Zulkarnain yang berbagi pengetahuan dan menjelaskan layanan yang diberikan oleh HCC.</p>
<p>Rangkaian acara ditutup dengan ramah-tamah sambil makan malam bersama. Selamat jalan teman-teman, dan tetap semangat dalam berkarya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=291&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/27/hpsp-kembali-menggelar-evaluasi-proposal-gelombang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paguyuban Petani Merbabu Belajar Bersama HPSP</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok tani]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Paguyuban Petani Merbabu (PPM) mendapat dukungan dari HPSP fase 1 untuk meningkatkan kualitas 8 komoditas sayur dataran tinggi melalui penerapan input teknologi budidaya rumah plastik. Dukungan diberikan selama 1 tahun dari November 2006 sampai dengan November 2007. Berikut ini adalah tulisan yang dikirim oleh PPM mengenai pencapaian dan tantangan yang dialami selama mendapatkan dukungan dari HPSP. HPSP telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=277&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paguyuban Petani Merbabu (PPM) mendapat dukungan dari HPSP fase 1 untuk meningkatkan kualitas 8 komoditas sayur dataran tinggi melalui penerapan input teknologi budidaya rumah plastik. Dukungan diberikan selama 1 tahun dari November 2006 sampai dengan November 2007. Berikut ini adalah tulisan yang dikirim oleh PPM mengenai pencapaian dan tantangan yang dialami selama mendapatkan dukungan dari HPSP.</p>
<p>HPSP telah menghantarkan PPM dan Petani kepada semangat:</p>
<p><strong>Inovasi</strong><br />
Rumah Plastik adalah salah satu inovasi petani dalam mengelola sumber dayanya. Melalui dukungan pembiayaan demplot dan kemitraan dengan pihak akademisi, HPSP telah menjadi titik awal bagi inovasi petani lainnya. Misalnya, Bp. Suleg Diono (kader HPSP) telah menyempurnakan teknologi rumah plastik dari sisi sistem pengairan, proteksi hama, perawatan teknis dan sistem budidaya. Sayangnya, penyebarluasan inovasi beliau belum bisa difasilitasi oleh PPM secara maksimal setelah proyek HPSP berakhir. Setelah menimbang kondisi keuangan, PPM terpaksa menghentikan sementara Pertemuan Mingguan Kader Pertanian dan fasilitasi Konsultan Pertanian. Sifat keanggotaan, membuat kebijakan alokasi sumber daya PPM lebih memprioritaskan pada yang yang aman dan berdampak langsung pada anggota.</p>
<p><strong>Kemitraan</strong><br />
Keberpihakan HPSP kepada organisasi petani, telah memungkinkan PPM untuk bermitra secara sejajar dengan pihak akademisi dan swasta. Selama proyek berjalan, PPM adalah pemegang keputusan—bukan sasaran kegiatan. Ketika proyek berakhir, keadaan cenderung kembali ke posisi semula. Misalnya, PPM kesulitan meneruskan kemitraan dengan BPTP Yogya untuk uji lab tanah dan konsultasi karena kondisi keuangan yang<br />
penuh keterbatasan. Bahkan, dalam hal hubungan kemitraan dengan swasta, posisi PPM cenderung melemah. Teknologi rumah plastik telah membuktikan bahwa biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas tanaman bisa ditingkatkan. Mengetahui hal ini, pedagang akan cenderung menawar harga lebih rendah saat musim panen raya. Tidak banyak swasta yang memahami bahwa teknologi rumah plastik telah diperkenalkan oleh PPM, tidak saja untuk meningkatkan harkat petani secara individual, tetapi juga untuk mencari nilai tambah demi menghidupi petani secara kelompok (seperti kelompok tani atau PPM).</p>
<p><strong>Kemandirian Organisasi</strong><br />
Dengan ketentuan kontribusi sendiri minimal 25% dari total biaya proyek, HPSP telah mengkondisikan PPM untuk mengenali sumber daya internalnya. Terlebih lagi, dukungannya pada kegiatan pertanian dan pemasaran mempunyai dampak langsung pada pendapatan petani. Setelah proyek HPSP berakhir, aset PPM bertambah sehingga layanan kepada anggota jadi lebih baik— berupa pinjaman alat dan modal pembangunan rumah plastik. Sayangnya, target capaian di sisi pemasaran masih jauh dari yang diharapkan. Karena terus merugi, kegiatan pemasaran belum dapat dilimpahkan menjadi unit usaha Pemasaran Bersama (<em>Joint Marketing</em>) KSU GATARI. Padahal, laba dari pemasaran bersama ini diharapkan kelak bisa menopang layanan non-profit PPM kepada anggota; mengurangi ketergantungan PPM kepada pihak donor.</p>
<p><strong>Rekomendasi</strong><br />
Dukungan kepada pengembangan kegiatan pemasaran dan pertanian, sedapatnya terus diberikan kepada organisasi petani secara langsung. Ini utamanya dalam rangka mewujudkan kemandirian organisasi petani; sehingga petani bisa bermitra dengan sejajar dan terus mengembangkan inovasinya. Kemandirian organisasi petani lokal (PPM) adalah isu penting; supaya organisasi bisa responsif mengatasi masalah lokal kemasyarakatan seperti Konservasi Hutan Gn. Merbabu, beasiswa pendidikan anak petani, perawatan sistem irigasi, konservasi budaya dan kesenian Merbabu, Pemberdayaan Perempuan, dsb—investasi sosial &amp; budaya jangka panjang, lintas jaman.</p>

<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/ppm_4/' title='PPM_4'><img data-attachment-id='281' data-orig-size='781,585' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_4.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Pencatatan sistem/kegiatan budidaya, dari pembibitan hingga panen oleh kader dan pengelola" title="PPM_4" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/ppm_3/' title='PPM_3'><img data-attachment-id='280' data-orig-size='781,586' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_3.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Pertemuan mingguan kader PPM: momen diskusi, tukar pengalaman dan berkonsultasi dengan sesama kader atau dari mitra ahli" title="PPM_3" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/ppm_2/' title='PPM_2'><img data-attachment-id='279' data-orig-size='781,585' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_2.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Penelitian dosis pupuk yang tepat untuk 3 variasi jarak tanam tomat di dalam rumah plastik" title="PPM_2" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/ppm_1/' title='PPM_1'><img data-attachment-id='278' data-orig-size='780,586' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_1.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Panen bayam organik setiap hari di rumah plastik dampingan salah satu kader PPM" title="PPM_1" /></a>

<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=277&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/24/paguyuban-petani-merbabu-belajar-bersama-hpsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_4.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">PPM_4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">PPM_3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">PPM_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/ppm_1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">PPM_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Mitra HPSP Menjadi Pemasok Carrefour</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/20/2-mitra-hpsp-menjadi-pemasok-carrefour/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/20/2-mitra-hpsp-menjadi-pemasok-carrefour/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 11:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini semakin banyak kelompok tani lokal yang mampu menembus pasar modern dan menjadi pemasok rutin supermarket-supermarket besar. Tentu saja hal ini tidak dicapai dengan mudah, melainkan dengan kerja keras dan semangat tinggi. Inisiatif harus terjadi 2 arah: kelompok tani memiliki semangat tinggi dan kegigihan untuk menembus pasar modern, sedangkan pasar modern juga berusaha merangkul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=271&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini semakin banyak kelompok tani lokal yang mampu menembus pasar modern dan menjadi pemasok rutin supermarket-supermarket besar. Tentu saja hal ini tidak dicapai dengan mudah, melainkan dengan kerja keras dan semangat tinggi. Inisiatif harus terjadi 2 arah: kelompok tani memiliki semangat tinggi dan kegigihan untuk menembus pasar modern, sedangkan pasar modern juga berusaha merangkul para kelompok tani. Ditambah dengan dukungan pemerintah dan pendampingan dari mitra-mitra yang kompeten, hasil nyata sudah dibuktikan oleh 2 mitra HPSP yang berhasil memasok buahnya ke Carrefour. Mereka adalah Kelompok Tani Surya Agung Saputra (SAS) dengan salaknya dan Asosiasi Tani Manunggal (ATM) dengan melonnya.</p>
<p>Kedua kelompok tani ini mendapatkan bantuan dari HPSP fase 2 di tahun 2007 dan menunjukkan perkembangan usaha yang sangat menjanjikan. Mendapat bantuan ternyata tidak membuat mereka mengantuk, melainkan semakin semangat mengembangkan usahanya. Berbagai peluang memasok ke pasar modern sampai ekspor ke luar negeri selalu dibidik. Abu vulkanik Merapi yang sempat menutupi sebagian kebun salak anggota kelompok tani SAS ternyata tidak bisa menutupi mimpi menembus pasar modern dan ekspor.</p>
<p>Ternyata jalan memang terbuka untuk orang-orang yang gigih. Pada acara Indonesian Tropical Fruit Festival (ITF2) di Jakarta tanggal 3-5 Desember 2010, Carrefour dan Ditjen Hortikultura menandatangani kerjasama pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang pertanian. Sebagai mitra dan pemasok Carrefour, terpilih 5 Gapoktan yaitu KUBM Pemalang dengan komoditas mangga, Surya Agung Saputra (SAS) dengan salak, Gapoktan Mekar Sari dengan semangka, Asosiasi Tani Manunggal (ATM) dengan melon, dan Gapoktan Soka Wijaya dengan salak lumut.</p>
<div id="attachment_272" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/hortiplus_satu.jpg"><img class="size-medium wp-image-272" title="hortiplus_satu" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/hortiplus_satu.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a><p class="wp-caption-text">Penandatanganan kerjasama kermitraan pada acara Indonesian Tropical Fruit Festival di Jakarta</p></div>
<p>Selain menjadi pemasok, para kelompok tani juga akan dibekali pelatihan dan pendampingan yang meliputi <em>hygiene</em> produk, manajemen arus kas dan stok, pembuatan display serta cara pengemasan. Bentuk pemberdayaan lainnya adalah akses pasar yang meliputi gerai khusus dan penyertaan dalam bazar rakyat, serta dukungan promosi berupa tampil dalam katalog dan peliputan media.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, &#8220;Melalui kerjasama pemberdayaan dan kemitraan ini diharapkan lebih meningkatkan iklim usaha, sehingga petani bisa terpacu membudidayakan secara efektif dan efisien. Tujuannya untuk menghasilkan produk berkualitas dan meningkatkan posisi tawar. Ke depan kami akan ajak pasar modernn lain untuk juga berpartisipasi menjalin kemitraan serupa.&#8221;</p>
<p>Bersiaplah para Gapoktan lain!</p>
<p><em>Disadur dari: artikel majalah Hortiplus edisi Januari 2011, hal 28 &#8211; 29</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=271&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/20/2-mitra-hpsp-menjadi-pemasok-carrefour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/hortiplus_satu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hortiplus_satu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Kelompok Tani Menjalani Uji Proposal HPSP 3</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 07:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan program HPSP (Horticulture Partnership Support Program) fase 1 dan 2, lima kelompok tani menjalani uji proposal hari ini, 11 Januari 2011, untuk mendapatkan dukungan HPSP fase 3. Acara berlangsung sehari penuh di Park Hotel, Cawang. Dukungan fase ketiga ini memiliki 2 titik berat: Peningkatan kapasitas dan penguatan institusi melalui akses ke pembeli layanan teknologi, pengembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=232&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan program HPSP (<em>Horticulture Partnership Support Program</em>) fase 1 dan 2, lima kelompok tani menjalani uji proposal hari ini, 11 Januari 2011, untuk mendapatkan dukungan HPSP fase 3. Acara berlangsung sehari penuh di Park Hotel, Cawang. Dukungan fase ketiga ini memiliki 2 titik berat:</p>
<ol>
<li>Peningkatan kapasitas dan penguatan institusi melalui akses ke pembeli layanan teknologi, pengembangan bisnis dan  manajemen </li>
<li>Pembenahan administrasi dan manajemen organisasi agar mempermudah akses ke lembaga pembiayaan komersil</li>
</ol>
<p>Proposal dari kelima kelompok tani ini akan diuji oleh 6 orang, terdiri dari 4 orang pakar pakar di bidang  hortikultura dan 2 orang perwakilan dari lembaga donor.</p>
<p>5 kelompok tani yang ikut uji proposal gelombang pertama ini adalah:</p>
<ol>
<li>Kelompok Tani Lancar Makmur dari Batu</li>
<li>KUB PTS dari Sukoharjo</li>
<li>Perkumpulan Brenjonk dari Mojokerto</li>
<li>Koperasi Tani Manunggal dari Pekalongan</li>
<li>KUD Tunas Mekar dari Purbalingga</li>
</ol>

<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0261/' title='IMG_0261'><img data-attachment-id='243' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0261.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="Kelompok Tani Lancar Makmur, Batu" title="IMG_0261" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0268/' title='IMG_0268'><img data-attachment-id='244' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0268.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="KUB PTS, Sukoharjo" title="IMG_0268" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0273/' title='IMG_0273'><img data-attachment-id='245' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0273.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="Perkumpulan Brenjonk, Mojokerto" title="IMG_0273" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0280/' title='IMG_0280'><img data-attachment-id='246' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0280.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="Koperasi Tani Manunggal, Pekalongan" title="IMG_0280" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0282/' title='IMG_0282'><img data-attachment-id='247' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0282.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="KUD Tunas Mekar, Purbalingga" title="IMG_0282" /></a>
<a href='http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/img_0292/' title='IMG_0292'><img data-attachment-id='242' data-orig-size='1024,683' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0292.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="Sesi berbagi pengetahuan" title="IMG_0292" /></a>

<p>Dalam uji proposal, para kandidat penerima bantuan akan melakukan presentasi dan tanya jawab untuk nantinya mendapatkan penilaian dari <em>Steering Committee </em>HPSP.</p>
<p>Berhasil maupun tidak berhasil, kami ucapkan selamat berjuang dan tetap semangat!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=232&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/11/5-kelompok-tani-menjalani-uji-proposal-hpsp-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0261.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0261</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0268.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0268</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0273.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0273</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0280.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0280</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0282.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0282</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/img_0292.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0292</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembiayaan bagi “Petani Tanggung”</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/05/pembiayaan-bagi-%e2%80%9cpetani-tanggung%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/05/pembiayaan-bagi-%e2%80%9cpetani-tanggung%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 08:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Banyak petani di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang usahanya terlalu besar untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan mikro seperti koperasi simpan pinjam, namun juga terlalu kecil untuk mendapatkan pinjaman dari bank komersil. Mereka inilah yang disebut “Petani Tanggung”, yaitu petani yang permohonannya ditolak sana-sini karena ukuran usahanya yang “tanggung”. Akibatnya, untuk mengembangkan usaha, mereka seringkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=221&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/090720101441.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-227" title="09072010144" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/090720101441.jpg?w=210&#038;h=158" alt="" width="210" height="158" /></a>Banyak petani di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang usahanya terlalu besar untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan mikro seperti koperasi simpan pinjam, namun juga terlalu kecil untuk mendapatkan pinjaman dari bank komersil. Mereka inilah yang disebut “Petani Tanggung”, yaitu petani yang permohonannya ditolak sana-sini karena ukuran usahanya yang “tanggung”. Akibatnya, untuk mengembangkan usaha, mereka seringkali terpaksa meminjam uang dari lintah darat atau sumber keuangan non-formal dengan bunga yang tinggi.</p>
<p>Untuk mendapatkan pinjaman dari bank komersil, umumnya bank melihat agunan berupa properti, alat usaha, atau modal kerja yang tersedia. Bank melihat ke belakang, dalam arti melihat hasil yang telah dimiliki petani selama ini. Bisa dipahami ketakutan bank bahwa uangnya tidak kembali jika diberikan ke petani yang belum menujukkan kinerjanya.</p>
<p>Jadi, tanpa agunan yang dimiliki, lupakan pinjaman bank, dan selamat bergabung dalam lingkaran setan. Tanpa investasi, petani tidak bisa meningkatkan skala usahanya. Tanpa peningkatan skala usaha, petani tidak akan punya cukup properti, alat usaha, atau modal kerja yang memadai sebagai agunan pinjaman bank. Tanpa pinjaman bank, petani tidak bisa mengembangkan usahanya. Lingkaran setan.</p>
<p>Untuk memutus lingkaran setan, sudah saatnya bank melihat ke depan, yaitu melihat potensi pengembangan usaha petani melalui beberapa komponen di luar agunan material. Beberapa diantaranya yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Kapasitas dan karakter</strong>: bagaimana kapasitas petani dalam mengelola lahannya? Apakah mereka memiliki semangat wirausaha? Apakah mereka pernah atau sedang menerima bantuan teknis?</li>
<li><strong>Daya saing</strong>: apakah petani memahami pasar dan mampu menyesuaikan kualitas dan kuantitas produk-produknya sesuai kebutuhan pasar?</li>
<li><strong>Konteks dan rantai nilai</strong>: bagaimana peran petani dalam rantai nilai? Apakah ada kontrak jangka panjang dengan pemasok, pengolah, atau pedagang?</li>
<li><strong>Sertifikasi</strong>: apakah petani bersertifikat, dan apakah sertifikat tersebut mendukung praktek pertanian dan manajemen yang baik? Apakah dengan adanya sertifikat, produk-produk yang dihasilkan dapat dijual dengan harga tinggi?</li>
<li><strong>Aliran kas</strong>: bagaimana potensi aliran kas petani? Apakah mereka memiliki sistem manajemen keuangan?</li>
<li><strong>Kredibilitas</strong>: bagaimana rekam jejak keuangan petani selama ini?</li>
</ul>
<p>Penilaian berdasarkan komponen-komponen di atas akan memberikan pemahaman yang lebih lengkap pada bank mengenai potensi terukur dan tidak terukur yang dimiliki oleh petani. Dengan demikian, “Petani Tanggung” juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses finansial dalam mengembangkan usahanya.</p>
<p><em>Disadur dari: &#8220;Making Farmers Bankable&#8221;, Farming Matters, vol. 26, iss. 2, page 22-24 </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=221&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2011/01/05/pembiayaan-bagi-%e2%80%9cpetani-tanggung%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/090720101441.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">09072010144</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Natal 2010 &amp; Tahun Baru 2011</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-natal-2010-tahun-baru-2011/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-natal-2010-tahun-baru-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 09:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[  Kepada mitra-mitra di bidang hortikultura dan semua pembaca blog Mitra Hortikultura, sekretariat HPSP mengucapkan: Selamat Natal 2010 &#38; Tahun Baru 2011      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=130&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/4208070536_6f54df48d61.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-229" title="4208070536_6f54df48d6" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/4208070536_6f54df48d61.jpg?w=160&#038;h=240" alt="" width="160" height="240" /></a> </p>
<p style="text-align:center;">Kepada mitra-mitra di bidang hortikultura dan semua pembaca blog Mitra Hortikultura, sekretariat HPSP mengucapkan:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Selamat Natal 2010<br />
</strong><strong>&amp;<br />
</strong><strong>Tahun Baru 2011</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=130&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-natal-2010-tahun-baru-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/4208070536_6f54df48d61.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">4208070536_6f54df48d6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Agribisnis Dinilai Kurang Berpihak Petani</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/sistem-agribisnis-dinilai-kurang-berpihak-petani/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/sistem-agribisnis-dinilai-kurang-berpihak-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 06:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[usaha buah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Bogor (ANTARA News) – Sistem agribisnis di Indonesia dinilai terlalu dipengaruhi kepentingan para pemodal dan banyak mata rantai, sehingga posisi tawar petani lemah dan hanya mendapat bagian terkecil dari usaha tani yang dikembangkan. Dosen dan peneliti pada Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Lukman M Baga, Rabu, di Bogor, mengatakan, keterpurukan nasib [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=196&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0138.jpg"><img class="size-medium wp-image-197 alignright" title="100_0138" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0138.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a>Bogor (ANTARA News) – Sistem agribisnis di Indonesia dinilai terlalu dipengaruhi kepentingan para pemodal dan banyak mata rantai, sehingga posisi tawar petani lemah dan hanya mendapat bagian terkecil dari usaha tani yang dikembangkan.</p>
<p>Dosen dan peneliti pada Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Lukman M Baga, Rabu, di Bogor, mengatakan, keterpurukan nasib petani di Indonesia umumnya dipengaruhi sistem agribisnis yang masih timpang.“Sistem agribisnis kita masih timpang karena belum berpihak pada petani. Petani hanya menjadi objek karena posisi tawarnya sangat lemah,” kata Lukman.</p>
<p>Lukman mengemukakan, posisi tawar petani lemah akibat terlalu dominannya peran para pemilik modal dan pihak-pihak yang menjadi penghubung antara petani dengan pasar atau biasa dikenal dengan sebutan “tengkulak.”</p>
<p>“Mata rantai sistem agribisnis kita terlalu panjang, sehingga menjadikan posisi tawar petani lemah,” ujar Lukman M Baga.</p>
<p>Lemahnya posisi tawar tersebut membuat petani tidak berdaya dalam menentukan harga berbagai komoditas tanaman.</p>
<p>“Fenomena yang terjadi selama ini, harga semua komoditas ditentukan oleh tengkulak. Petani ditekan sedemikian rupa dan berada dalam poisi terjepit,” terang Lukman.</p>
<p>Guna meningkatkan posisi tawar petani, Lukman menyerukan perlunya memangkas mata rantai dalam sistem agribisnis.</p>
<p>“Petani harus menjadi pemain langsung sistem agribisnis, sehingga menjadi penentu harga dan dapat meraih bagian terbesar hasil usaha tani yang dilakukan,” tegasnya.</p>
<p>Guna mendorong petani menjadi pelaku langsung usaha agribisnis, Lukman mengimbau agar mereka menguatkan diri dengan cara membangun kelembagaan tani yang kuat dan sehat.</p>
<p>“Organisasi harus memiliki wadah untuk menguatkan peran dan membangun jaringan usaha agar posisi tawarnya dalam sistem agribisnis menguat,” demikian Lukman.</p>
<p><em>Sumber: Antara, Rabu, 22 Desember 2010.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=196&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/22/sistem-agribisnis-dinilai-kurang-berpihak-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0138.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">100_0138</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tomat INA Green Mendukung Pembangunan Berkelanjutan</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/16/tomat-ina-green-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/16/tomat-ina-green-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 04:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[mitra HPSP]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip &#8220;memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang&#8221;. Melalui dukungan INA-HPSP (Horticulture Partnership Support Program), Lyco Farm memproduksi tomat INA Green dengan memperhatikan strategi pembangunan berkelanjutan berdasarkan tiga pilar utama yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Selain menghasilkan rasa yang sedap, proses produksi tomat INA Green selalu berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=53&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0129.jpg"></a><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0129.jpg"><img class="size-medium wp-image-54 alignleft" title="100_0129" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0129.jpg?w=162&#038;h=216" alt="" width="162" height="216" /></a>Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip &#8220;memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang&#8221;.</p>
<p>Melalui dukungan INA-HPSP (Horticulture Partnership Support Program), Lyco Farm memproduksi tomat INA Green dengan memperhatikan strategi pembangunan berkelanjutan berdasarkan tiga pilar utama yaitu <strong>lingkungan</strong>, <strong>ekonomi</strong>, dan <strong>sosial</strong>.</p>
<p>Selain menghasilkan rasa yang sedap, proses produksi tomat INA Green selalu berusaha meningkatkan taraf hidup petani dan memperkuat kemitraan antar pelaku bisnis, sambil tetap memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup.</p>
<p>Beberapa Prinsip Budidaya Tomat INA Green:</p>
<p><strong>Lingkungan:<a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/sustnbly.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-55" title="sustnbly" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/sustnbly.jpg?w=175&#038;h=300" alt="" width="175" height="300" /></a></strong></p>
<ul>
<li>Untuk mencegah erosi, penanaman pada lahan dengan kemiringan &gt;30% dilakukan dengan cara terasering dan lahan ditanami juga  dengan tanaman tahunan.</li>
<li>Efisiensi sumber daya air melalui penggunaan teknologi sprinkler dan irigasi tetes.</li>
</ul>
<p><strong>Ekonomi</strong>:</p>
<ul>
<li>Penerapan teknologi budidaya tomat yang praktis dan efisien untuk meningkatkan jumlah hasil panen dan kualitas buah.</li>
<li>Penerapan rotasi tanaman untuk memutus siklus hama penyakit dan penggunaan greenhouse sehingga mengurangi penggunaan pestisida.</li>
</ul>
<p><strong>Sosial</strong>:</p>
<ul>
<li>INA-HPSP bersama Lyco Farm mengembangkan konsep kemitraan yang transparan dan efisien antara petani kecil dan perusahaan melalui akses yang lebih baik ke penyedia pengetahuan dan teknologi, pengembangan usaha dan layanan keuangan, serta menghubungkan ke segmen pasar domestik dan mancanegara.</li>
<li>Pengembangan dan penguatan kelembagaaan dan tata kelola organisasi petani untuk meningkatkan daya tahan dan daya tawar petani kecil.</li>
</ul>
<p>Untuk menikmati tomat yang sedap dan mendukung pembangunan berkelanjutan, tomat INA Green dapat diperoleh di pasar swalayan HYPERMART.</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="position:absolute;width:1px;height:1px;overflow:hidden;top:0;left:-10000px;">﻿</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=53&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2010/12/16/tomat-ina-green-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/100_0129.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">100_0129</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2010/12/sustnbly.jpg?w=175" medium="image">
			<media:title type="html">sustnbly</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UU HORTIKULTURA: 12 Perusahaan hortikultura harus lepas saham ke lokal</title>
		<link>http://hortipart.wordpress.com/2010/11/04/uu-hortikultura-12-perusahaan-hortikultura-harus-lepas-saham-ke-lokal/</link>
		<comments>http://hortipart.wordpress.com/2010/11/04/uu-hortikultura-12-perusahaan-hortikultura-harus-lepas-saham-ke-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 05:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hortipart</dc:creator>
				<category><![CDATA[kemitraan]]></category>
		<category><![CDATA[UU & Peraturan]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-Undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hortipart.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Pembatasan kepemilikan asing maksimal 30% yang tercantum dalam Undang-Undang Hortikultura (UU Hortikultura) tampaknya akan berdampak besar bagi pelaku bisnis hortikultura yang sebagian besar dimiliki oleh asing. Dengan adanya aturan yang baru ini, maka perusahaan hortikultura yang dimiliki oleh asing wajib melepas sahamnya ke investor lokal. Di Indonesia, tercatat sebanyak 12 perusahaan benih buah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=202&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/81903216p.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-203" title="81903216p" src="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/81903216p.jpg?w=238&#038;h=180" alt="" width="238" height="180" /></a>JAKARTA. Pembatasan kepemilikan asing maksimal 30% yang tercantum dalam Undang-Undang Hortikultura (UU Hortikultura) tampaknya akan berdampak besar bagi pelaku bisnis hortikultura yang sebagian besar dimiliki oleh asing. Dengan adanya aturan yang baru ini, maka perusahaan hortikultura yang dimiliki oleh asing wajib melepas sahamnya ke investor lokal.</p>
<p>Di Indonesia, tercatat sebanyak 12 perusahaan benih buah dan sayuran dimiliki oleh investor asing. Dari 12 perusahaan ini, sebanyak 9 perusahaan yaitu PT East West Seed Indonesia, PT Syngenta Indonesia, PT Takii Indonesia, PT Monsanto/Seminis Indonesia, PT Marcopolo, PT Nunhems Indonesia, PT Namdhari, PT Koreana Seed Indonesia, dan PT Rijk Zwaan adalah perusahaan yang bergerak di bidang benih sayuran. Sedangkan tiga perusahaan lainnya yaitu PT Advanta Indonesia, PT Bayer Indonesia, dan PT Dupont Indonesia bergerak di bidang benih tanaman pangan seperti jagung dan padi.</p>
<p>Beleid ini sudah disahkan pekan lalu, Selasa (26/10). Suswono, Menteri Pertanian mengatakan tujuan dari undang-undang ini untuk memberi kesempatan pada pemodal dalam negeri untuk memanfaatkan potensi holtikultura di Indonesia. “Apalagi lahan kita semakin sempit,” katanya Selasa (26/10).</p>
<p>Dengan adanya UU Hortikultura ini, artinya setidaknya sebanyak sembilan perusahaan benih milik asing harus mengurangi kepemilikan sahamnya. Tak ada cara lain, perusahaan ini mau tidak mau harus melepas sahamnya sehingga hanya tersisa maksimal 30% saja, baik itu ke mitra lokal maupun kepada pihak lain.</p>
<p><em>Sumber: Kontan, ﻿﻿Selasa, 02 November 2010 oleh Herlina KD</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hortipart.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hortipart.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hortipart.wordpress.com&amp;blog=3604052&amp;post=202&amp;subd=hortipart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hortipart.wordpress.com/2010/11/04/uu-hortikultura-12-perusahaan-hortikultura-harus-lepas-saham-ke-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hortipart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hortipart.files.wordpress.com/2011/01/81903216p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">81903216p</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
