jump to navigation

Workshop Mitra HPSP, Bogor 6 – 8 Mei 2008 9 May 2008

Posted by hortipart in kemitraan.
Tags: ,
trackback

HPSP mengadakan workshop bagi 15 mitra yang terlibat dalam proyek HPSP fase kedua. Setiap mitra diwakili oleh 2 orang peserta dengan tujuan untuk untuk:

  1. Mendiskusikan dan mencoba aturan administrasi pelaporan program, baik kegiatan ataupun keuangan
  2. Berbagi pengalaman dan gagasan dalam menjalankan usaha kemitraan hortikultura antar 15 mitra
  3. Meluaskan wawasan dan mengekplorasi gagasan dalam topik penanganan paska panen yang baik, pemasaran produk hortikultura dan rantai nilai usaha hortikultura
  4. Menguatkan jejaring dan kerjasama tim antar mitra

Pada hari kedua, 7 Mei 2008, workshop dihadiri oleh 17 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi (supplier, processor, organisasi jejaring petani, Kedutaan Besar Belanda, lembaga kajian hortikultura, Departemen Pertanian, wholesaler, bank).

Melalui workshop ini, jejaring di antara para pelaku usaha hortikultura semakin terjalin dengan baik dan muncul gagasan-gagasan inovatif baru. Selain itu, di workshop ini terjadi kesepakatan awal untuk mengembangkan bentuk kemitraan usaha yang lebih luas di antara mitra-mitra HPSP yang ada. Kemitraan yang disepakati adalah di bidang penguatan manajemen dan organisasi produsen, sistem produksi, rantai pasok, sistem pemasaran, dan peluang untuk mendapatkan akses ke lembaga keuangan yang medukung usaha hortikultura.

Foto-foto selengkapnya, silahkan klik: http://picasaweb.google.co.uk/mhsetiawan/HortipartWorkshop

Comments»

1. Marianus Minggo - 23 November 2011

Selamat Siang Pak Hari, bagaimana kabar. Apa INA/HPSP punya informasi baru untuk program pemberdayaan masyarakat NTT. Trims.

2. Anonymous - 23 November 2011

Selamat Siang Pak Hari, bagaimana kabar. Apa INA/HPSP punya informasi baru untuk program pemberdayaan masyarakat NTT. Trims.

3. marianus minggo - 29 January 2010

Program HPSP cukup aktual dengan kondisi dan situasi di NTT umumnya khususnya di kota kupang, yang nota bene masyarakatnya sekarang memiliki kepedulian terhadap konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Bukti masyarakat memiliki kecendrungan komsumsin tersebut adalah penjualan sayur-mayur dan buah-buahan kini sudah menyebar dan tidak pernah jual tak laku habis dibeli masyarakat Kota Kupang. Anehnya lagi jenis-jenis hortikultura ini banya bersumber dari luar NTT. Sementara di daerah ini banyak teknologi yang bisa dikembangkan tanam-tanaman tersebut. Persoalan ini berada pada lemahnya koordinasi antara para petani dengan pemerintah, pengusahan dan NGO. Belum adanya NGO seperti HPSP mau bermitra dengan NGO lokal tertentu, dimana NGO Lokal seperti Yayasan Tukelakang NTT yang mempunyai semangat, dedikasi dan komitment terhadap pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan tanama-tanaman seperti program HPSP. Tukelekang selalu menunggu mungkinkah setetes air harapan bisa jatuh pada masyarakat dampingan Yayasan Tukelakang di tahun-tahun yang akan datang, atau pada saat sekarang. trims. Salam buat Mr. Hariyadi Muhammad.

Marianus Minggo

hortipart - 5 April 2011

Apa kabar pak Marianus,
semoga sehat afiat selalu.
Kunjungi terus blog ini!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: