jump to navigation

2 Mitra HPSP Menjadi Pemasok Carrefour 20 January 2011

Posted by hortipart in kemitraan.
trackback

Saat ini semakin banyak kelompok tani lokal yang mampu menembus pasar modern dan menjadi pemasok rutin supermarket-supermarket besar. Tentu saja hal ini tidak dicapai dengan mudah, melainkan dengan kerja keras dan semangat tinggi. Inisiatif harus terjadi 2 arah: kelompok tani memiliki semangat tinggi dan kegigihan untuk menembus pasar modern, sedangkan pasar modern juga berusaha merangkul para kelompok tani. Ditambah dengan dukungan pemerintah dan pendampingan dari mitra-mitra yang kompeten, hasil nyata sudah dibuktikan oleh 2 mitra HPSP yang berhasil memasok buahnya ke Carrefour. Mereka adalah Kelompok Tani Surya Agung Saputra (SAS) dengan salaknya dan Asosiasi Tani Manunggal (ATM) dengan melonnya.

Kedua kelompok tani ini mendapatkan bantuan dari HPSP fase 2 di tahun 2007 dan menunjukkan perkembangan usaha yang sangat menjanjikan. Mendapat bantuan ternyata tidak membuat mereka mengantuk, melainkan semakin semangat mengembangkan usahanya. Berbagai peluang memasok ke pasar modern sampai ekspor ke luar negeri selalu dibidik. Abu vulkanik Merapi yang sempat menutupi sebagian kebun salak anggota kelompok tani SAS ternyata tidak bisa menutupi mimpi menembus pasar modern dan ekspor.

Ternyata jalan memang terbuka untuk orang-orang yang gigih. Pada acara Indonesian Tropical Fruit Festival (ITF2) di Jakarta tanggal 3-5 Desember 2010, Carrefour dan Ditjen Hortikultura menandatangani kerjasama pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang pertanian. Sebagai mitra dan pemasok Carrefour, terpilih 5 Gapoktan yaitu KUBM Pemalang dengan komoditas mangga, Surya Agung Saputra (SAS) dengan salak, Gapoktan Mekar Sari dengan semangka, Asosiasi Tani Manunggal (ATM) dengan melon, dan Gapoktan Soka Wijaya dengan salak lumut.

Penandatanganan kerjasama kermitraan pada acara Indonesian Tropical Fruit Festival di Jakarta

Selain menjadi pemasok, para kelompok tani juga akan dibekali pelatihan dan pendampingan yang meliputi hygiene produk, manajemen arus kas dan stok, pembuatan display serta cara pengemasan. Bentuk pemberdayaan lainnya adalah akses pasar yang meliputi gerai khusus dan penyertaan dalam bazar rakyat, serta dukungan promosi berupa tampil dalam katalog dan peliputan media.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, “Melalui kerjasama pemberdayaan dan kemitraan ini diharapkan lebih meningkatkan iklim usaha, sehingga petani bisa terpacu membudidayakan secara efektif dan efisien. Tujuannya untuk menghasilkan produk berkualitas dan meningkatkan posisi tawar. Ke depan kami akan ajak pasar modernn lain untuk juga berpartisipasi menjalin kemitraan serupa.”

Bersiaplah para Gapoktan lain!

Disadur dari: artikel majalah Hortiplus edisi Januari 2011, hal 28 – 29

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: