jump to navigation

Lokakarya Besama HPSP dan API 21 February 2011

Posted by hortipart in event, kemitraan.
Tags: , ,
trackback

 

Kerjasama API dan HPSP di tahun 2011 diawali dengan mengadakan lokakarya bersama pada tanggal 16 – 18 Feb 2011, bertempat di Sekretariat API.

Hari pertama lokakarya membahas lanskap sektor hortikultura di Indonesia: rantai pasok, tren, tantangan dan peluang pengembangan usahanya dari perspektif pemerintah dan swasta.

Sumbang pikiran dari 2 nara sumber: Bp. Tony Kristianto dari Dewan Horti Nasional dan Bp. Nana Laksana dari Dirjen Horti

Setelah mendapatkan gambaran umum dan kondisi aktual di sektor hortikultura Indonesia, lokakarya diteruskan dengan materi berikutnya yaitu pelatihan analisa dan intervensi rantai nilai hortikultura. Pak Iskandar dari Horti Chain Center (HCC) memandu para peserta dalam memahami metodologi pelaksanaannya.

Para peserta aktif mengikuti lokakarya dengan antusias

Hari kedua, lokakarya dilanjutkan dengan mengunjungi perusahaan sayur organik Yayasan MASADA yang berlokasi di Ciburial, Puncak, Jawa Barat. Perusahaan ini telah memasok produknya ke beberapa pasar modern seperti Carrefour dan Lotte. Tujuan kunjungan adalah agar dapat mengidentifikasi rantai nilai melalui praktek nyata langsung di lapangan.

Yayasan MASADA sangat terbuka dalam menolong para peserta memahami seluk-beluk usaha hortikultura. Para peserta diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan para petani, karyawan, dan pengurus yayasan ini. Bahkan mereka memfasilitasi pertemuan peserta lokakarya dengan pembeli mereka yaitu Carrefour. Sepulang dari puncak, kunjungan diteruskan ke Carrefour Lebak Bulus untuk melihat produk-produk MASADA dan bertemu perwakilan Carrefour untuk tanya-jawab.

Peserta berinteraksi dengan petani di lokasi kebun

Dengan melihat rantai nilai usaha sayur organik secara utuh, mulai dari sisi produksi sampai retail, para peserta mampu melakukan analisis rantai nilai dengan menentukan dimana terjadinya hambatan (bottle neck). Hambatan inilah yang nantinya menjadi sasaran intervensi saat merancang rencana perbaikan.

Tujuan utama dari perbaikan rantai nilai adalah menciptakan rantai yang efektif. Rantai yang efektif tidak selalu berarti lebih pendek. Rantai yang efektif berarti setiap mata rantai memiliki fungsi optimal dalam memberikan nilai tambah pada produk. Selain itu, transparansi merupakan komponen penting dalam menciptakan rantai yang efektif. Transparansi akan membangun kepercayaan dan menghilangkan prasangka negatif di antara aktor-aktor dalam mata rantai.

Data yang diambil di lapangan kemudian dianalisa di ruang kelas

Hasil dari identifikasi rantai nilai kemudian dianalisa di hari ketiga. Analisa menggunakan pendekatan pohon masalah dan identifikasi rantai nilai menjadikan akar permasalahan semakin fokus sehingga mempermudah rancangan intervensi. Rekomendasi perbaikan rantai nilai kemudian dibangun dari hasil analisa ini.

Lokakarya kali ini merupakan lokakarya pertama dari serangkaian lokakarya yang direncanakan oleh HPSP dan API. Sampai jumpa pada lokakarya berikutnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: