jump to navigation

Retail Modern? Siapa Takut.. 31 March 2011

Posted by hortipart in event, kemitraan.
Tags: , ,
trackback

Bukan hanya di antara teman sekolah atau kampus, belajar bersama ternyata juga efektif dilakukan antar organisasi.

INA (Indonesian – Netherlands Association) dan API (Aliansi Petani Indonesia) kembali mengadakan belajar bersama yang bertempat di Sekretariat API di kawasan Slamet Riyadi, Jakarta. Pembelajaran ini adalah bagian dari implementasi HPSP (Horticulture Partnership Support Program) fase ketiga.

Menyadari tantangan besar yang dihadapi petani dalam menembus pasar modern, maka topik yang dipilih kali ini adalah:

  1. Bagaimana membangun kemitraan dengan pasar modern
  2. Bagaimana menembus dan memiliki akses ke pasar modern

Dunia pasar retail modern seperti hypermarket, supermarket, wholesale, dan minimarket, adalah dunia yang sangat berbeda dari pasar tradisional atau transaksi dengan pengepul/bandar. Ada banyak sekali persyaratan dan spesifikasi yang harus dipenuhi. Persyaratan dan spesifikasi dari pasar retail modern biasanya kurang tersosialisasi di kalangan petani. Hal ini menyulitkan petani untuk bisa mengarahkan perhatian dan usahanya menembus pasar retail modern.

Disinilah dibutuhkan peran organisasi tani atau organisasi pendukung pertanian untuk mengomunikasikan dan membuka wawasan para petani akan pentingnya pemenuhan standar dan spesifikasi, serta seluruh persyaratan yang diminta pasar retail modern.

Dalam kerjasamanya mengelola program HPSP, INA dan API menyadari pentingnya peran mereka sebagai mediator antara petani dengan pasar retail modern. Karena itu, INA dan API menyelenggarakan lokakarya 2 hari untuk bersama-sama mempelajari seluk-beluk dunia pasar retail modern, bagaimana keinginan, persyaratan, spesifikasi dan standar yang diterapkan di pasar retail modern. Selain itu, lokakarya juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para petani dalam meningkatkan daya saing dan nilai produknya melalui pengembangan produk dan pemasaran yang sesuai keinginan pasar.

Para peserta dalam suasana lokakarya yang serius-santai

Hari Pertama

Pakar retail dan UMKM Ibu Endang TR diundang untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam bidang ini. Beliau dengan sangat terbuka menjelaskan dunia pasar modern dan menjawab seluruh pertanyaan dengan semangat. Keinginan beliau adalah agar sebanyak mungkin petani kecil yang mengetahui persyaratan pasar retail moden dan mampu memenuhinya.

Sebagai contoh nyata dari kemitraan petani yang telah menembus pasar retail modern, Ibu Pathmi dari Lyco Farm diundang untuk membagikan pengalaman dan kiat-kiat suksesnya. Dengan dukungan HPSP fase 2, Lyco farm telah mampu menembus pasar retail modern dengan memasok Yogya Supermarket, Griya Mart, dan Hypermart di seluruh Indonesia.

Ibu Pathmi menceritakan suka-duka perjuangan beliau dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Cerita beliau sekaligus sebagai konfirmasi dari penjelasan Ibu Endang sebelumnya, bahwa jalan menuju pasar retail modern memang terjal dan berliku, namun bukan berarti tidak mampu dilewati. Di masa mendatang, diharapkan muncul banyak Ibu Pathmi – Ibu Pathmi lainnya yang juga terampil dalam memadukan pengetahuan, strategi, dan kegigihan dalam menjalani usaha.

Pemateri ketiga adalah Ibu Anindita Gayatri dari HCC (Horti Chain Centre). Beliau diundang untuk membantu peserta mengerti konsep pemasaran yang tepat, terutama bagaimana menyesuaikan hasil produksi dengan keinginan pasar. Kesempatan di sisa hari pertama dimanfaatkan Ibu Dita untuk menjelaskan teori pemasaran dan FGD (Focus Group Discussion), sebelum para peserta melakukan simulasi FGD di lapangan keesokan harinya.

Nara sumber: Ibu Endang TR, Ibu Pathmi, dan Ibu Dita

Hari Kedua

Lokakarya hari kedua dimulai dengan simulasi FGD dengan para mahasiswa sekolah bisnis Prasetiya Mulya. FGD dilakukan untuk mengetahui preferensi pasar di segmen remaja/pemuda terhadap 2 produk pertanian yaitu selai nanas dan tomat. Banyak sekali masukan yang diperoleh dari para mahasiswa dan banyak diantaranya adalah masukan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh para peserta.

Seluruh masukan yang diperoleh dari mahasiswa dibawa pulang ke sekretariat API untuk kemudian didiskusikan. Melalui simulasi ini, peserta menyadari bahwa mengandalkan asumsi atau persepsi produsen saja sangatlah tidak cukup. Ada banyak sekali penyimpangan yang ditemukan ketika  keinginan konsumen dibandingkan dengan asumsi/persepsi produsen. Karenanya, melakukan riset pasar adalah salah satu keharusan dalam mengembangkan produk yang ingin diterima di pasar.

Suasana FGD dengan para mahasiswa sekolah bisnis Prasetiya Mulya

Pelajaran lain yang didapat para peserta adalah mengenai branding, pricing, dan promotion. 2 hari lokakarya ini diharapkan menambah bekal INA dan API dalam menjalankan perannya sebagai organisasi pendukung petani.

Sampai jumpa di lokakarya selanjutnya!

Comments»

1. Cindy - 5 April 2011

Semoga petani kecil juga mendapat kesempatan untuk mengakses pasar yang lebih besar supaya ada pemerataan ekonomi yang lebih baik.

M. Hariyadi Setiawan - 5 April 2011

Halo saudari Cindy,
kami ikut mengamini harapan anda :)
Ayo, silakan kalau ada cerita, pengalaman, kesan tentang kemitraan petani kecil dengan pasar modern, atau pengalaman membeli dan mngkonsumsi produk mereka, share saja di blog kami.
kami nanti terus kunjungannya!

tabik!

Hari
hpsp@ina.or.id

2. Rustam - 5 April 2011

Senang melihat masih ada orang-orang yang peduli dengan kehidupan petani kecil. Sukses selalu buat API dan INA dengan proyek HPSP-nya!

M. Hariyadi Setiawan - 5 April 2011

saudara Rustam, terimakasih sudah menengok blog kami.
Silakan saja jika hendak berbagi cerita pengalaman bermitra dengan petani dan perusahaan yang pernah anda alami.
Terus kunjungi blog ini!

salam hangat!

Hari


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: