jump to navigation

PT Ollop : Bantu Masyarakat Desa Lewat Ekspor Pala 30 July 2012

Posted by hortipart in agribisnis, ekspor, kemitraan, usaha herbal.
trackback

Pengembangan Pala oleh PT. Ollop di Maluku

Pala, salah satu bumbu primadona masyarakat Belanda. Bumbu ini sedap untuk berbagai masakan, entah khas Belanda, seperti bubur kentang, ataupun makanan internasional.
Rempah-rempah Pala di Belanda paling banyak diimpor dari Kepulauan Maluku, Indonesia.

Perkebunan Buah Pala Maluku

Salah satu eksportir pala adalah PT. Ollop, sebuah industri rumahan di Desa Hila, pulau Ambon, Maluku. Per tahun, perusahaan keluarga Ambon-Belanda ini, mengirim 160 ton biji Pala ke negeri Belanda dengan nilai omset 15 milyar Rupiah.
Haji Ollong, pendiri PT. Ollop, ingin mengembangkan usahanya dengan konsep Fair Trade. Perdagangan yang adil akan menguntungkan semua pihak, ungkapnya.

Gambaran Buah Pala

Selanjutnya lihat di Ulasan Pengembangan Pala oleh PT Ollop di Maluku oleh Radio Nederland WedenRoep

Kemitraan dengan HPSP

Bersama dengan HPSP, PT Ollop tengah menjalin kerjasama kemitraan dengan judul “Proyek Pertanian Organik untuk Menjaga Kelestarian Kekayaan Alam dengan cara Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi di tiga desa Maluku: Hila, Kaitetu (Ambon) dan Luhu (Seram)” yang memiliki titik berat pada:

  • Pengolahan dan peningkatan kesadaran pertanian organik khususnya untuk pertanian pala, cengkeh dan cokelat. Proyek pertanian organik ini akan menjaga kualitas dan produktivitas tanah serta meningkatkan hubungan yang seimbang antara keanekaragaman alam dan kesejahteraan penduduk lokal yang memiliki ketergantungan atas produk-produk pertanian tersebut. Proyek ini akan mempersiapkan anggota koperasi petani atas penerapan pertanian organik yang akan diteruskan dengan proses untuk meraih sertifikasi yang memiliki nilai dan validitas internasional.
  • Dengan bantuan pertanian GPS, para petani akan mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang usaha pertanian serta mengidentifikasi risiko-risikonya. Proyek ini akan memberikan implikasi sosial dalam bidang peningkatan pendidikan, pembangunan serta pemeliharaan tempat-tempat sosial dan budaya (mesjid, sekolah, perpustakaan, dll.), perbaikan infrastruktur desa (jembatan, jalan, pelabuhan, dll.), pendirian puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
  • Dalam rangka meningkatkan daya ekonomi lokal, proyek ini akan memperkenalkan dan menerapkan konsep micro financing (keuangan mikro), di mana sebuah infrastruktur keuangan akan membuka kemungkinan penduduk di pendesaan untuk melakukan dan mengatasi keuangannya.

Illustrasi Pengolahan Buah Pala

Adapun rincian kegiatannya adalah:

1. Conceptual training: penjelasan tentang konsep pertanian organik

  • Training pertanian pala organik kepada para petani
  • Training pertanian pala organik kepada para pekerja PT Ollop
  • Persiapan kegiatan follow-up
  • Pembagian sertifikasi dan pohon anakan pala

2. Pendampingan: proses pembentukan koperasi, termasuk serta capacity building training untuk meningkatan pengetahuan dan keahlian tentang pembentukan dan manajemen sebuah organisasi petani

  • Training mengenai peningkatan kapasitas dalam berorganisasi

3. Financial training: menerapkan infrastruktur keuangan mikro

  • Training mengenai manajemen keuangan para pekerja PT Ollop serta anggota koperasi petani
  • Membentuk kerja sama dengan partner institusi bank lokal di Ambon

4. Technical training: penggunaan Agricultural GPS (diselenggarakan oleh INA)

  • Melatih perwakilan para petani untuk menggunakan GPS pertanian

5. Background study: pelaksanaan survey dan studi banding untuk mengetahui aspek-aspek kebutuhan dalam meningkatkan konsep sustainable development dalam bidang sosial, ekonomi, lingkungan dan kesehatan.

  • Field work/explorative-oriented research

Comments»

1. Saharuddin.m - 24 March 2015

Kepada PT. Ollop
Perkenalkan saya saharuddin seorang anak petani dari desa tellesang, buriko, wajo, sulsel, di daerah kami telah lama di kembangkan usaha cengkeh dan kakao kurang lebih 25 tahun terakhir, 5 tahun belakang ini petani di tempat saya juga mengembangkan pertanian pala karena melihat adanya nilai ekonomis tinggi pada tanaman tersebut, namun menjadi kendala ketika pala itu produksi karena hampir setengah dari tanaman pala itu jantan alias tidak berbuah, hal ini di karenakan kurangnya pemahaman petani di tempat kami mengenai tanaman pala (otodidat), jika ada rencana perluasan areal kerja pt ollop dapat kiranya berkunjung ke desa kami, karena produk pertanian kami adalah cengkeh, kakao dan pala. Kami sangat menanti balasan dari comment kami ini, jika belum ada rencana kunjungan dari pt ollop sudilah kiranya dapat di beri kesempatan kepada kami untuk dapat mengikuti seminar atau semacamnya di wilayah kerja perusahaan. Besar harapan kami jika ada balasan dari pt. Ollop Demikian dan terima kasih.

Salamku,
Saharuddin. M – 085299335996

2. Dyah Sugandini - 24 August 2012

Saya diah dari kelompok tani kentang perkasa Batur-Dieng Banjarnegara, Jawa tengah. bisakah kami bermitra dengan HPSP ini untuk menjembatani beberapa permasalahan yang kami hadapi di lapangan, seperti: kurangnya pasokan bibit yang bagus untuk kentang, teknologi penangkaran bibit, dan teknologi penanaman kentang secara organik yang sedang kami galakkan di lahan dieng ini, dan pemasaran kentang kami baik ke supermarket maupun eksport.
ohon informasi, bagaimana kami bisa melakukan mitra ini, karena kami memang sangat membutuhkan beberapa hal tersebut di atas. terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: