jump to navigation

HPSP Phase 3 : Pemuda Tani Sukoharjo 14 September 2012

Posted by hortipart in agribisnis, kemitraan, usaha buah.
trackback

Buah Naga

Buah Naga dengan nama latin Hylocerous undatus sp. adalah buah dari tanaman kaktus berbatang segitiga dan termasuk tanaman langka. Di Cina disebut Feny Long Kwa dan Than Long sedangkan di Tailand disebut Kaew Mangkorn sedangkan di Taiwan disebut Shien Mie Kou dan di Israel disebut Pitahaya.

Buah Naga adalah buah semu berwarna ungu kemerahan dari salah satu jenis spesies tanaman kaktus, berbentuk bulat dengan diameter sekitar 13 cm. Tanaman ini berasal dari daratan Amerika Tengah di wilayah sekitar Meksiko.

Contoh Profil Buah Naga

Contoh Profil Buah Naga

Khasiat dari Buah Naga diantaranya sebagai obat menguatkan fungsi ginjal, tulang dan kecerdasan otak serta meningkatkan ketajaman mata disamping sebagai pencegah kanker usus, menguraikan kolesterol, keputihan dan sebagai perawatan kecantikan.

Buah naga dengan rasa yang enak dan sehat untuk dikonsumsi, serta adanya tambahan khasiat yang telah diakui oleh banyak orang dan areal tenaman belum luas, sehingga harganya cukup tinggi. Sebagai gambaran, di Jepang untuk dapat menikmati buah ini orang harus mengeluarkan antara 100 – 800 yen per biji.

Tanaman Buah Naga dalam Pot

Tanaman Buah Naga dalam Pot

Kemitraan HPSP dengan Kelompok Tani Pemuda Tani Sukoharjo (PTS)

Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman buah naga merah yang dibudidayakan lembaga bersama petani mitranya sudah memasuki usia berbuah, pada tahun 2010 ini merupakan panen yang kedua kalinya sejak penanaman 2 tahun yang lalu, walaupun masih dalam tahap belajar, namun hasil produksinya sudah memiliki areal pemasaran yang jelas. Selama ini hampir semua supermarket di Kota Surakarta dan beberapa pedagang kaki lima serta pasar tradisional sudah memesan / akan membeli buah naga hasil produksi lembaga bersama petani mitranya. Namun karena keterbatasan produksi, maka baru beberapa permintaan yang bisa dipenuhi.

Disamping itu dengan masih lemahnya administrasi yang dilakukan oleh lembaga maupun petani mengakibatkan belum terdokumentasikannya dengan baik data-data dilapangan, hal ini menyulitkan lembaga utnuk membuat rencana kedepan dalam rangka menjaga pasokan komoditas buah naga ke pasar dan memperluas pasar untuk mendapatkan harga yang lebih menguntungkan maupun nilai tambah komoditas.

Melihat bahwa pada tahun ini masih terkait dengan komoditas buah naga, maka tujuan besar yang ditetapkan semula masih dipertahankan, karena menjadi ruh dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Tujuan besar itu adalah ”Meningkatkan kesejahteraan keluarga petani lahan sempit melalui pengembangan tanaman buah naga”.

Guna mencapai tujuan besar tersebut, pada waktu yang lalu lembaga memiliki satu tujuan khusus yaitu ”Peningkatan pendapatan petani lahan sempit”. Sampai pada tahun ini tujuan khusus yang telah dicanangkan sudah tercapai dengan baik, hal ini terlihat dengan adanya pendapatan tambahan dari penjualan buah naga disamping pendapatan pokok yang selama ini petani peroleh. Rata-rata petani sudah memanen 30 kg selama musim panen perdana, dengan asumsi harga rata-rata Rp. 12.250,-, maka peningkatan penghasilan petani sebesar Rp. 367.500,-/musim panen. Diperkirakan untuk panen berikutnya akan meningkat 70 %.

Dengan melihat perkembangan yang terjadi dalam jangka awaktu 2 tahun terakhir ini, maka pada tahun ini guna mencapai tujuan besar tersebut diatas, lembaga menentukan satu tujuan khusus yaitu ”Menjaga keberlangsungan market buah naga merah”. Agar tujuan khusus ini dapat dicapai, harus ada kondisi-kondisi tertentu sebagai prasyaratnya, yaitu petani memasarkan hasil pertaniannya secara terorganisir dan berkesinambungan, petani melakukan manajemen produksi yang berkelanjutan dan terjaganya kontinyuitas pasokan komoditas.

Sementara itu ditingkat lembaga juga harus bisa menjaga kepercayaan pasar, manajemen organisasi yang baik dan mampu membuat kreasi dan inovasi atas produk untuk menjaga kejenuhan pasar.

Persiapan Lahan Budidaya buah Naga

Persiapan Lahan Budidaya buah Naga

Kelompok Usaha Bersama (KUB) PTS adalah sebuah koperasi serba usaha dengan 60 anggota aktif di Kabupaten Sukoharjo. KUB PTS memberi bantuan teknis dan fasilitas ke para anggotanya, serta mengumpulkan dan menerima buah naga dari para anggota. KUB PTS melakukan seleksi dan menilai produk menurut kebutuhan pasar yang sudah diperoleh sampai saat ini. KUB PTS memberi bantuan awal berupa bibit dan perlengkapan budidaya agar anggota bias melakukan budidaya buah naga sebagai sebuah mekanisme yang mengikat.

Pasar saat ini adalah Beberapa supermarket, pasar tradisional dan pedagang kaki lima di kota-kota eks-Karesidenan Surakarta, serta beberapa konsumen. Karena buah naga merah masih jarang yang membudidayakannya dan juga memiliki peran religius dalam upacara, maka permintaan buah naga di Kota Solo sangat besar, apalagi hari-hari mendekati tahun baru Cina (‘Imlek’).

Dalam Rantai pasok, ditingkat petani buah naga setelah dipanen dilakukan penimbangan, kemudian lembaga mengambil dan dilakukan sortir, grading dan labeling. Buah yang tidak termasuk grade untuk supermarket akan dikirim ke pedagang kaki lima dan pasar tradisional atau ke industri pengolahan buah naga (hal ini dilakukan apabila memungkinkan).

Salah satu kegiatan kelompok tani Pemuda Tani Sukoharjo

Pemuda Tani Sukoharjo (PTS) hadir di tengah masyarakat sebagai kumpulan para pemuda yang aktif dan concern/peduli terhadap perkembangan petani Sukoharjo. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi wadah berkumpulnya para pemuda tani, mencapai sejahtera bersama. Pemuda Tani Sukoharjo resmi berdiri Agustus 2004 beranggotakan petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia.

Salah satu prestasi kelompok tani PTS : Juara I Lomba Intensifikasi Tanaman Pangan Agribisnis Padi Tingkat Nasional 2006

Salah satu prestasi kelompok tani PTS : Juara I Lomba Intensifikasi Tanaman Pangan Agribisnis Padi Tingkat Nasional 2006

Market Akses Tanaman Buah Naga

Tujuan

A. Administrasi dan Keuangan Lembaga

1. Pelengkapan kekurangan administrasi dan menambah yang belum ada

Administrasi lembaga dan petani dapat tertata semakin baik

2. Penegasan kembali perlunya administrasi kebun untuk petani

Semakin tertatanya administrasi kebun ditingkat petani guna mendukung sertifikasi kebun yang sedang diajukan

3. Pendampingan pengelolaan keuangan bagi bendahara

Pengelolaan keuangan lembaga dapat terkelola semakin baik

4. Peningkatan sumber-sumber keuangan untuk menghidupi lembaga

Lembaga memiliki sumber pendapatan untuk kesejahteraan pengurus

B. Jaringan Usaha dan Kemitraan

1. Perluasan Jaringan Usaha dan Kemitraan dalam rantai pasok buah Naga

Semakin luasnya jaringan yang dimiliki oleh lembaga, sehingga semakin besar dukungan yang dimiliki lembaga

2. Uji kandungan nutrisi buah naga

Agar tingkat kepercayaan konsumen terhadap buah naga  “BUNANDO” lebih besar

Sumber

  1. HPSP
  2. http://pemudatani.blogspot.com/

Comments»

1. achmad ade suryani - 17 October 2014

very interesting


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: