jump to navigation

HPSP Fase 2

HPSP fase 2 dimulai pada tahun 2006 dan melibatkan 17 kemitraan untuk mendorong pengembangan usaha petani kecil baik sebagai entrepreneur, pegawai, atau anggota kemitraan. Fokus pendekatan ini adalah memperkenalkan struktur dan karakteristik kemitraan baru yang meningkatkan keterlibatan petani kecil dengan tujuan meningkatkan keuntungan dari usaha yang berkelanjutan.

Sebanyak 80 organisasi / kelompok tani dengan total jumlah anggota 3.101 orang (23% adalah wanita) telah terlibat dalam kemitraan dengan 42 perusahaan. Diperkirakan, lebih dari 6.000 orang masyarakat telah merasakan dampak positif dari implementasi HPSP fase 2.

HPSP fase 2 memberikan dukungan pada aktifitas-aktifitas dalam area strategis berikut ini:

Melalui berbagai dukungan strategis yang dilakukan selama HPSP fase 2, telah dicapai hasil yang menggembirakan, antara lain yaitu:

Peningkatan akses kepada pasar dan penyedia layanan yang memperkuat kapasitas petani kecil dan peluang kehidupan yang lebih baik. Akses pasar yang lebih baik telah menambah pendapatan, meningkatkan posisi tawar, dan memberikan opsi yang lebih banyak kepada petani kecil dalam mengelola risiko. Kemitraan telah mampu menembus 81 pasar baru yang terdiri dari 72 pasar modern domestik, 4 pasar ekspor, 1 industri, 1 pasar khusus, dan 3 pasar tradisional. Keberhasilan ini juga ditunjang oleh kerjasama yang erat dengan lembaga / institusi penyedia layanan seperti lembaga penelitian dan pengembangan, universitas, dan konsultan pengembangan usaha. Melalui inisiatif aktif HPSP, telah terjalin kemitraan dengan 29 institusi / lembaga penyedia layanan yang membantu menciptakan stabilitas kinerja petani kecil yang baik dan kemudahan akses pengetahuan praktis yang relevan dengan usaha yang dijalani.

Kerjasama terstruktur di antara petani, lembaga / institusi penyedia layanan, dan pihak pembeli telah mendorong peningkatan kualitas produk dan harga jual serta penurunan jumlah gagal produksi, sehingga berdampak nyata pada peningkatan pendapatan petani. Di beberapa lokasi program, pendapatan petani dan mitra petani meningkat tajam melalui:

(1) Inovasi baru dalam memproduksi manga Gedong Gincu di luar musim panen telah direplikasi dari kab. Cirebon ke 2 kabupaten terdekat lainnya yaitu Indramayu dan Majalengka. Hal ini menyebabkan pertambahan jumlah petani yang terlibat dalam kemitraan dari sebelumnya 78 menjadi 205 petani. Selain itu, jumlah supermarket yang berhasil ditembus oleh kemitraan juga meningkat dari sekitar 30 menjadi 40, termasuk 20 gerai Total Buah Segar, All Fresh, Sogo, dan Indomarco. (Kemitraan buah manga SS Fruit dengan organisasi tani di Cirebon, jawa Barat)

(2) Kemampuan menyuplai pasar ekspor untuk buah manggis, sehingga meningkatkan harga buah yang sebelumnya Rp. 2000 per kilo hingga mencapai Rp. 9000 per kilonya. HPSP berkontribusi dalam meningkatkan kinerja sistem produksi, memperkuat organisasi koperasi dari 50 anggota berkembang menjadi 88 anggota, dan meningkatkan kemampuan menjalin akses pasar langsung dengan para eksportir. Memulai program tanpa pasar ekspor, program HPSP telah memampukan kemitraan mengekspor produknya hingga 30 ton per musim panen. (Kemitraan buah manggis Koperasi Al Ihsan dengan eksportir PT. AMS di Leuwiliang Bogor)

(3) Meningkatkan produksi paprika melalui implementasi Integrated Pest Management (IPM), penerapan Standard Operating Procedure (SOP) untuk Good Agricultural Practice (GAP), dan percobaan penggunaan bio predator untuk mencapai ambag batas residu yang diizinkan pasar ekspor. Koperasi Tani paprika mengadakan sejumlah pelatihan mengenai ketiga pendekatan di atas dengan melibatkan lebih dari 100 petani. Melalui aktifitas ini, koperasi mendapat permintaan paprika yang terus meningkat dari pasar ekspor hingga mencapai 1.500 kg per minggu.

(4) Pengenalan metode pertanian terlindungi dan penguatan organisasi petani melon merupakan cikal bakal terbentuknya Melon Learning Center di Pekalongan, Jawa Tengah. Berawal dari 40 orang petani di 4 kecamatan, karena meningkatnya permintaan dari pembeli, jumlah petani yang terlibat dalam kemitraan terus meningkat hingga 80 orang di 8 kecamatan. HPSP juga membantu membuka jalur penjualan ke pasar khusus yaitu taman buah Mekarsari, di mana mereka bukan saja bisa menyuplai buah, namun juga bisa belajar di tempat ini.

Sebagian besar kemitraan menunjukkan peningkatan dalam produktifitas dan kualitas produk yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani. Program HPSP membantu petani mengamankan pasar dan bersama seluruh mitra yang terlibat, berusaha mencari pasar potensial lainnya dengan menyediakan informasi pasar dan berbagi informasi dan pengetahuan di antara sesama mitra.

Akses ke pasar modern tidak selalu berarti meningkatnya pendapatan petani kecil. Para petani kecil terganjal oleh skema pembelian pasar modern yang hampir selalu melakukan pembayaran mundur. Dalam hal ini, HPSP melihat bahwa permasalahan ini sedikit banyak diatasi oleh keberadaan para supplier di antara organisasi petani dan pasar modern. Karena itu HPSP tidak mencoba memotong rantai pasok, namun mendorong terciptanya transparansi dan pengertian bersama di antara seluruh komponen usaha. Transparansi merupakan salah satu syarat sebelum mendapatkan dukungan dari HPSP.

Fleksibilitas bentuk dukungan dalam bentuk kombinasi antara pengetahuan dan alat kerja, serta pendampingan di saat yang tepat sesuai dengan kebutuhan, terbukti efektif dalam mencapai tujuan akhir program yaitu peningkatan dan kelangsungan pendapatan petani kecil.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: